1.000 Jurnalis Geruduk Dewan Pers

  • Whatsapp

Oleh ML. BS. RF

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Lebih dari 1.000 jurnalis dari berbagai daerah, Rabu (4/7) menggeruduk kantor Dewan Pers dan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Mereka, para jurnalis itu menuntut agar komisioner Dewan Pers diganti dengan yang baru karena pengurus yang sekarang ini dinilai lebih menjadi penyebab banyaknya kriminalisasi terhadap jurnalis.

Dengan membentangkan spanduk bernada tak puas dengan kinerja Dewan Pers, para jurnalis yang datang dari berbagai perkumpulan itu mengantarkan krenda mayat ke dan menyampaikan petisi. “Ini pertanda matinya kebebasan pers,” kata Taufiq Rachman SH S Sos, Ketum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indopnesia.

Persatuan wartawan yang ikut demo antara lain IPJI, Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Perhimpunan Wartawan Online (PWO), Perhimpunan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), dan FPII.

Demo ini merupakan reaksi keras masyarakat pers Indonesia atas maraknya kasus kriminalisasi pers akhir-akhir ini yang berujung tewasnya wartawan media Kemajuan Rakyat almarhum Muhammad Yusuf, melahirkan semangat perlawanan dari insan pers dari seluruh penjuru Nusantara.

Sayangnya, pengurus Dewan Pers tak berani muncul untuk menerima para pendemo, yang terus merangsek masuk dan bersikeras menyerahkan keranda mayat. Perwaklan pendemo pun hanya diterima oleh seorang pegawai Dewan Pers. “Mereka terlalu pengecut. Mana mau kita mempunyai pembina pers orang pengecut seperti itu,” ucap Supriyanto, Ketum PWRI.

Usai melakukan gruduk Dewan Pers, rombongan mengalihkan perhatian ke PN Jakarta Pusat. Di pengadilan ini Dewan Pers tengah digugat oleh Wilson Lalengke, Ketua Umum  PPWI Nasional.

Agenda aksi akan dimulai pada jam 9.00 pagi di Dewan Pers dan dilanjutkan ke PN Jakarta Pusat pada pukul 11.00 untuk melakukan aksi mendukung Hakim menerima gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Dewan Pers yang dilayangkan Serikat Pers Republik Indonesia dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (rel TKPI)

 

Pos terkait