Masyarakat Minta Polda PB Jangan “Molor” Periksa Sejumlah Dugaan Korupsi di Teluk Wondama Termasuk Kasus Dana DAK Ruas Jalan Ramiki- Kaibi dan Paket Jalan Kampung Rado

  • Whatsapp

foto sorong

Teluk Wondama, Amunisinews.com– Sejumlah Paket Proyek pembangunan jalan 1 Tahun 2016 lalu hasilnya mulai nampak rusak. pasalnya Beberapa paket jalan tersebut adalah, paket proyek peningkatan pelebaran Jalan Dua Jalur ruas Ramiki-Kaibi dan paket jalan Ruas kampung Rado Distrik wasior yang  bersumber Dari Dana Dak 2016 oleh Dinas Pekerjaan Umum  Kabupaten Teluk Wondama provinsi papua barat dikerjakan oleh PT. Citra Bangun Papua dan PT. PBP kwlitasnya dipertanyakan. Pasalnya, 2 paket pekerjaan jalan tersebut belum setahun umur jalan sudah pada rusak. praktek penggunaan material abal-abal, dan metode pelaksanaan yang melenceng dari spesifikasi teknis pada proyek tahun lalu yang menyedot puluhan miliar rupiah dana APBD itu, ditengarai bakal bermuara pada kerugian keuangan negara hingga miliaran rupiah diduga terkesan dikerjakan asal jadi oleh kontraktor pelaksana.

Beberapa proyek yang terpantau awak media Amunisi yang disinyalir terkesan dikerjakan asal jadi, antara lain adalah proyek peningkatan pelebaran Jalan Dua Jalur Kamiki-kaibi dan proyek pekerjaan Jalan kampung Rado Distrik Wasior yang sudah berlubang. Kedua proyek  jalan tersebut  diduga dikerjakan  dengan mutu kwalitas ketebalan tidak sesuai dengan RAB.

Pada Lapisan Pondasi Atas ( LPA ) Pihak kontraktor pelaksana jalan, tidak menggunakan abu batu, banyak  kandungan pasir pantai, ketebalan aspal juga dipertanyakan, dan disinyalir tidak sesuai spesipikasi teknis (material murah) sehingga  akan berdampak pada umur jalan dikemudian hari.

Samsul salah satu warga wasior  ketika di wawancarai oleh Awak media mengatakan, “Kami heran pak, pekerjaan belum setahun sudah rusak, dan bergelombang. apakah pihak dinas PU maupun konsultan tidak mempunyai perancanaan yang matang tentang umur jalan. Ini belum setahun sudah seperti ini, bagaimana dua tahun kedepan, ” katanya.

Lanjut samsul, Amanat Undang-Undang memberi ruang kepada masyarakat untuk turut serta mengawasi proyek pemerintah, termasuk media dan LSM  harusnya direspon cepat oleh pihak aparat hukum. Jangan nanti proyek sudah selesai seperti ini, aparat hukum baru  bertindak. Sebab kecurangan yang terjadi pada proyek pemerintah, biasanya akibat adanya konspirasi  gelap antara Pimpinan Proyek, pengawas dan pelaksana  (kontraktor).

“Kami warga wasior Menghimbau kepada aparat hukum yaitu Polda Papua Barat, untuk menyeriusi dan mestinya menindak tegas kepada pihak pelaksana kontraktor, siapapun dia. Jangan hanya karena pemilik kedua perusahaan ini yang selalu menjadi langganan Pemerintah kabupaten teluk wondama karena selalu menjadi pemenang tender berbagai proyek di daerah ini, dan dekat dengan bupati juga kepolisian, terus tidak di proses. Negara ini adalah negara hukum, ” cetusnya.

Sementara itu mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Teluk Wondama, Djoko Purwanto saat dikonfirmasi terkait pekerjaan tersebut mengatakan.

“Pekerjaan ini memang sudah di tangani diperiksa  oleh polda papua barat, karena ada laporan dari masyrakat dan LSM terkait mutu dan kwalitas pekerjaan. Memang dari awal pekerjaan jalan, saya sudah berapa kali mengingatkan kepada pihak pelaksana kontraktor, agar materialnya harus bagus dan kwalitas pekerjaan di utamakan, “terangnya.

Lebih lanjut Djoko menambahkan bahwa, dalam pemeriksaan oleh kepolisian terkait pekerjaan tersebut,  saya menjelaskan bahwa, saya sudah menjalankan tugas saya dengan benar dan bertanggung jawab. Mengenai proses perkara, itu hak kepolisian untuk proses selanjutnya.

Saat konfirmasi pihak kontraktor Jems salah satu staf dekat pimpinan PT Citra Bangun papua  mengatakan “pak bos tidak berada ditempat masih di Jakarta.”

“Biasanya pekerjaan jalan mampu bertahan selama 5 tahun. Tetapi kalau jalan baru setahun atau kurang dari setahun sudah rusak,berarti mutu pekerjaan tidak bagus,” katanya. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *