15 Pekerja Sawit Nunukan di PHK, Tak Diberi Pesangon

  • Whatsapp
*foto. istimewa

Oleh: Ronimaddye/Ysp

*foto. istimewa
                                                                                                        *foto. istimewa

NUNUKAN, AMUNISINEWS.COM –Ada sebuah perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di wilayah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan PHK terhadap kurang lebih 15 orang karyawan yang telah dipekerjakan, salah satunya adalah Perusahaan PT. Sebakis Inti Lestari (PT SIL).

Perusahaan tersebut bergerak dibidang Perkebunan Sawit milik ’Siti Murdaya’

Dari 15 orang karyawan yang telah dipekerjakan kurang lebih 9 tahun semenjak perusahan tersebut dibuka.

Ke 15 orang pekerja ini, mereka bekerja diberbagai bidang seperti Operator, ada juga yang mengangkut buat kelapa sawit dan sopir trak.

Alasan Perusahaan melakukan PHK karena para pekerja ditemukan melakukan Pelanggaran perjudian seperti main kartu remy, mereka ditegur dan langsung dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tanpa melakukan pemberitahuan bahkan tanpa ada surat keterangan peringatan pertama dan kedua.

Namun, mereka (para pekerja Red) langsung di PHK oleh pihak perusahaan, bahkan hingga kini dari pihak perusahaan PT. SIL belum juga membayar kewajiban yakni pemberian uang Pesangon sehingga pihak pekerja merasa keberatan dan menyerahkan persoalan ini kepada Pihak Yayasan Perlindungan Buruh dan Buruh Migran Nusantara.

Ketua Yayasan Perlindungan Buruh dan Buruh Migran Nusantara, yang berdomisili di wilayah kabupaten Nunukan Yohanes Saga Eraf bersama Alfon pekan kemarin, kepada media ini mengatakan pula bahwa untuk mewakili para pekerja perkebunan kelapa sawit milik PT.SIL yang telah di PHK dengan tanpa dibayar uang pesangon.

“Kami dari Yayasan Perlindungan Buruh dan Buruh Migran Nusantara siap mengurus persoalan ini kepada pihak Disnakertrans Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sampai pihak Disnakertrans Kabupaten Nunukan,” terangnya.

Persoalan ini menurut Yohanes Saga Eraf sudah beberapa kali dilakukan mempertemukan anatara kedua belah pihak yakni pihak perusahaan PT.SIL maupun pihak tenaga kerja yang di PHK, diwakilkan kepada phak Yayasanm dan persoalan ini sudah berjalan kurang lebih 9 bulan dan belum ada titik terang kesepakatan sehingga dari pihak Disnakertrans kabupaten Nunukan menyerahkan persoalan ini kepada pihak Disnakertran Provinsi Kaltara.

Adapun dari pihak Disnakertrans provinsi Kaltara yang turun langsung ke Nunukan untuk memfasilitasi menyelesaikan persoalan ini adalah,Hasnawi.SE bersama Hendri Bhatara, SH didampingi oleh Fran Toni, SH

“Mereka dari Disnakertrans Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara),”ujar Yohanes Saga Eraf kepada media ini pekan kemarin.

editor: malik hd

 

 

 

Pos terkait