Puluhan Tersangka Narkoba Dibekuk Polresta Sidoarjo

  • Whatsapp

Oleh Tama

SIDOARJO , AMUNISINEWS.CO.ID – Sudah banyak tersangka dan pelaku pengedar maupun pengguna narkoba yang tertangkap.Namun tidak membuat jera pelaku kasus narkoba baik jenis sabu maupun pil double LL.Terhitung selama dua pekan, 1 sampai 14 Oktober 2018, Satnarkoba Polresta Sidoarjo mengungkap 19 kasus narkoba dengan menyeret 29 tersangka.Hal ini terungkap dalam rilis Senin (15/10/2018) di Mapolresta Sidoarjo.

Dari ungkap kasus tersebut, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 27,34 gram, pil double L 28.215 bitir, pil trihexyphen 660 butir, handphone 23 unit dan uang tunai sebesar Rp 350 ribu.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan Senin (15/10/2018) dihadapan wartawan ,selama 2 pekan (1 -14 Oktober 2018 red) Satresnarkoba Polresta Sidoarjo telah menangkap tiga jaringan narkoba. Yakni jaringan Taman, Waru dan Sukodono.

Himawan menambahkan, dari tiga jaringan tersebut telah diamankan 29 tersangka. Rata-rata mereka pengedar. Cara mereka mengedarkan barang haram tersebut dengan sistem menempatkan barang tersebut di suatu tempat.

“Melihat dari barang bukti khususnya pil double L ini, untuk mengelabuhi petugas para pelaku mengemas pil double L ini dikemas dan diberikan lebel vitamin B 1. Setelah diselidiki dengan cermat, rupanya dalam pil tersebut bertuliskan LL,” tambahnya.

Dalam pengungkapan kasus narkoba itu, ada modus baru. Yakni peredaran pil koplo di kawasan Waru, yang bungkusnya menggunakan label bertuliskan Vitamin B1.

“Bungkusnya untuk mengelabui dan ini modus baru. Masyarakat harus hati-hati. Pil koplo tapi dikemas seolah-olah vitamin.Label bertuliskan Vitamin B1 tersebut sambung Himawan, dipasang pelaku untuk kamuflase agar tidak mudah ketahuan ketika orang lain melihat,tidak curiga bahwa itu pil terlarang.

Sidoarjo sebagai kota transit pengiriman barang haram tersebut. Untuk peredarannya di kota lain.Untuk peredaran barang haram ini selain di Sidoarjo, diduga dikirim ke kota lain. Selain itu para penggunanya hampir di semua kalangan,” terangnya.

Polisi kini sedang mendalami dari mana asal pamlet atau tulisan tersebut. Pasalnya, itu sebagai kamuflase pelaku agar orang-orang tidak curiga,terang Kapolresta.

“Kini, tersangka akan dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) dan pasal 114 ayat (1) dan ayat 2 serta pasal 196 dan atau pasal 197 UURI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Pos terkait