2 Pelaku Pembunuhan Dihadapkan Ke Persidangan

  • Whatsapp

Oleh, Aston Darwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID. – Terdakwa Jadri Pelamonia bersama dengan rekannya, yakni terdakwa Alfredo Arnando Huwae alias Aped yang dituding telah melakukan pembunuhan terhadap Hilarius Ladja alias Ila (korban), hanya bisa terlihat pasrah, saat petugas tahanan membawa dirinya keruang persidangan.

Adapun motif pembunuhan yang dilakukan oleh ke -2 terdakwa, berawal saat mereka diajak oleh saudara Michael Jhon Hersepuny, untuk merayakan hari ulang tahun anaknya. Sembari meminum minuman keras, terjadilah percekcokan mulut antara Barney dengan Weilem Hallatu alias Welem. Beruntung, perselisihan bisa diredam.

Karena temannya yang berinisial Barney dipukul oleh Weilem Hallatu, Hilarius Ladja alias Ila (korban) pun, merasa tidak terima. Detik itu juga, Hilariu Ladja alias Ila, menantang Weilem Hallatu untuk berduel. Merasa ketenangannya diganggu, terdakwa Aped pun berkata kepada terdakwa Jadri Pelamonia,
“ada bawa coret (pisau)  nggak??.
Lalu terdakwa Jadri Pelamonia pun menjawab  “Ada, nih”. Tanpa menunggu komando, dan tanpa rasa belas kasihan, terdakwa Jadri Pelamonia pun, langsung menusukkan pisau tersebut ke tubuh Hilarius Ladja aluas Ila (korban).
Akibat tusukan pisau tersebut, Hilarius Ladja alias Ila, akhirnya ambruk ketanah. Begitu melihat saudara Hilarius Ladja alias Ila (korban) terjatuh, terdakwa Jadri Pelamonia dan terdakwa Alfredo Arnando Huwae alias Aped, langsung melarikan diri. Selanjutnya, Weilem Hallatu alias Welem dan saudara Glen pun, mengantar terdakwa Jadri Pelamonia ke Tg.Priuk menuju Bandung untuk menghilangkan diri dari kejaran polisi. Setiba di Bandung, terdakwa Jadri Pelamonia langsung menghubungi terdakwa Alfredo Arnando Huwae alias Aped, untuk melarikan diri ke daerah Yogyakarta.

Rabu, 4 Desember 2019, pukul 15.42 Wib, saksi Indrayanto Setiawan yang bekerja sebagai tim Medis Pantai Beach Pool Taman Impian Jaya Ancol, mengatakan, pada tanggal 30 Juni 2019 yang lalu, ia memang pernah memeriksa seorang laki – laki berusia 31 tahun dengan kondisi tubuh yang berlumuran dengan darah.
Karena tubuh yang diperiksa itu mengeluarkan bau aroma yang menyengat, saksi Indrayanto Setiawan, akhirnya membawa Hilarius Ladja alias Ila (korban) ke Rumah Sakit Sulianto Saroso. Saksi Indrayanto Setiawan juga mengatakan, bahwa dirinya sama sekali tidak kenal dengan terdakwa Jadri Pelamonia dan terdakwa Alfredo Arnando Huwae alias Aped.
Setelah mendengar keterangan saksi tersebut, terdakwa Jadri Pelamonia dan terdakwa Alfredo Arnando Huwae aliad Aped, hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya.

Hakim ketua Indri Murtini, SH yang didampingi hakim anggota Susilo Utomo, SH dan Oloan Harianja, SH.,MH mengatakan, untuk mendengarkan keterangan saksi – saksi yang lainnya, sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali setelah 1 minggu kedepan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *