3 Kolektor Timah Ilegal Ditangkap Polda Babel

  • Whatsapp

IMG-20170831-WA0045

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM-Subdit Tipiter Polda Bangka Belitung kembali menangkap 3 orang kolektor timah ilegal .

Hal itu disampaikan Kasubdit IV Tipiter Direktorat Kriminal Khusus Polda Babel, AKBP Wayan Riko Setiawan, seizin Dir Krimsus Kombes Pol Mukti Juharsa, Kamis (31/08/2017) siang, di Pangkalpinang,

“Memang benar kita ada tangkapan pasir timah, tapi masih proses penyidikan. Dan untuk kesalahannya, tentu setelah selesai di Sidik baru bisa disampaikan,” ungkapnya.

Kasubdit jelaskan, di Desa Air Duren Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka diamankan dua orang, yaitu Jf dan M.

“Di Bokor, Pemali, diamankan dua orang, Jf dan M. Untuk barang bukti pasir timah yang diamankan sebanyak 1,3 ton,” jelasnya.

Kemudian Kasubdit tambahkan,
untuk yang Bangka Selatan BB timah yang diamankan 3.092 timbangan kita, dan 68 Kg timah basah yang baru datang.

“Yang 3.092 itu sudah selesai di lobi, dan sudah digoreng,” tambahnya.

AKBP Wayan Riko Setiawan menambahkan, ketiga orang kolektor timah itu dijerat Pasal 161 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara. Lantaran asal-usul pasir timah itu disinyalir berasal dari tambang ilegal dikawasan hutan lindung.

“Ketiganya sudah ditahan, sementara dikenakan Pasal 161 Undang-undang Minerba, karena membeli dan menampung pasir timah yang bukan berasal dari IUP lah,” jelasnya.

Saat disinggung asal-usul pasir timah yang diamankan di Desa Gadung itu diduga berasal dari kawasan hutan lindung, AKBP Wayan Riko Setiawan tidak menampik informasi tersebut.

“Iya, memang kita sinyalir tadinya, Tapi namanya pelaku, kan mana mau mengaku,” pungkasnya.

Dari informasi yang diterima , timah yang diamankan dari tersangka Jk di Desa Gadung, Basel, diduga banyak yang berasal dari tambang ilegal di Penutuk dan Kolong Laut. Kedua lokasi itu sudah dilarang keras tidak boleh ditambang, lantaran termasuk dalam kawasan hutan lindung..(rom/man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *