Polisi Bekuk Tiga Pelaku Praktik Kedokteran Tanpa Izin

  • Whatsapp

oleh Ulis JP

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, berhasil membongkar kasus tindak pidana dibidang Kesehatan, dan Praktek Kedokteran tampa izin, melakukan aborsi yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam membongkar kasus itu, tiga orang tersangka berhasil diamankan polisi. Mereka diantaranya berinisial, MM als dr. A (46), RM,(54) dan SI (42).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Yusri Yunus mengtakan, pengungkapan kasus ini berawal, setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa, sebuah rumah yang berda di Paseban Senen
Jakarta Pusat, melakukan praktek kedokteran tanpa izin dengan cara melakukan aborsi.

Lalu, pada tanggal 10 Februari 2020 pagi, petugas dari unit 5 Subdit 3 Sumdaling melakukan penyelidikan ke lokasi, dan ditemukan banyak pasien yang keluar masuk pada klinik tersebut. Saat melakukan penindakan dengan masuk ke Klinik, petugas mendapati dr A yang berusaha untuk melarikan diri melalui pintu belakang klinik menuju bagian atas Klinik.

“Namun dr. A berhasil ditangkap petugas dan digabungkan dengan pasien dan karyawan klinik lainnya di bagian tengah ruangan,” kata Yusri, di Paseban, Jakarta Pusat, Jumat, (14/02).

Berdasarkan keterangan dari para saksi dan tersangka, bahwa Klinik Paseban yang beralamat di Jl. Paseban Raya No. 61 RT 002/007 Kel. Paseban Kec. Senen Jakarta Pusat milik RD (Rustam Didong) tersebut, disewakan tersangka dr.A sejak bulan Mei 2018 hingga Mei 2021, dengan biaya Rp 175 Juta pertahun.

“dr. A telah membayar secara lunas selama 3 tahun sebesar Rp: 525 juta rupiah sejak awal. Meski saat ini praktek aborsi ilegal tersebut, baru beropersi satu tahun sembilan bulan,” terangnya.

Di dalam klinik Paseban itu laniut Yusri, juga tersedia beberapa ruangan, antara lain, ruang pendaftaran, ruang pemeriksaan dan ruang tindakan aborsi yang mempekerjakan nam karyawan dengan peran masing – masing, mulai dari pendaftaran, bagian
keuangan, sopir, penjaga rumah serta pembantu rumah tangga.

Dalam menjalankan aksi aborsi pada pasien-pasien pada klinik tersebut, MM als dr. A, sudah bermitra dengan para
bidan.

Sementara itu, dalam du bulan 10 hari Klinik Aborsi Paseban kata Yusri, telah menerima pasien yang mendaftar untuk konsultasi aborsi sebanyak 1.613 orang, pasien yang USG sebanyak 727 orang, dan pasien yang aborsi sebanyak 903 orang, dengan keuntungan untuk MM als dr. A @ Rp. 800.000,- x 903 pasien = Rp. 722.400.000,-

“Jumlah pendapatan bersih MM als dr. A selama 21 bulan (1 tahun 9 bulan) di Klinik Aborsi Paseban Rp. 5.438.226086,” tandsnya.

Atas perbuatnya itu, para Tersangka ini dijert dengan Pasal 83 Jo Pasal 64 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan/atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan/atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo
Pasal 55, 56 KUHP.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *