Abdul Hamid Rahayaan: Sudah Saatnya Reshuffle Kabinet

  • Whatsapp

oleh Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-Sebagian anggota kabinet Indonesia maju  tidak profesional, maka perlu dilakukan reshuffle.

Hal ini dikatakan Abdul Hamid Rahayaan, Sekretaris pribadi Ketua Umum PBNU. “ Walaupun Reshuffle itu Hak Progratif Bapak Presiden Jokowi tentunya dalam hal ini harus secepatnya di Reshuffle,” kata Abdul Hamid Rahayaan di Jakarta, Selasa (28/4/2020)

Menurut Abdul Hamid Rahayaan, akibat dari tidak profesional sebagian kabinet Indonesia Maju, maka terjadi kebijakan yang tumpang tindih dalam mengatasi pandemi corona Covid-19.

Karena itu, katanya, perlu reshuffle kabinet Indonesia Maju agar tidak terjadi dampak buruk pandemi virus corona terhadap kesehatan, ekonomi, dan keamanan.

Ia sangat optimistis bila dilakukan reshuffle kabinet dengan memilih orang yang profesional di bidangnya, maka akan timbul kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpinnya dapat mengatasi masalah pandemi virus corona dan ekonomi.

Dengan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin, maka imunitas masyarakat akan kuat dan kebal terhadap virus corona.

Abdul Hamid menjelaskan, ada sebagian  menteri yang tidak layak untuk membantu presiden dalam mengatasi masalah yang sedang melanda bangsa ini yaitu pandemi virus corona. Untuk itu reshuffle kabinet Indonesia maju menjadi suatu keniscayaan.

Bahkan ia menyebutkan nama-nama  beberapa menteri yang tidak memiliki kapasitas di bidangnya seperti, Menkopolhukam, Menteri BUMN, Menko Perekonomian dan kepala BKPM perlu direshuffle karena tidak memiliki kapasitas dalan menjalankan tugasnya.

Presiden yang memiliki hak progeratif memilih pembantunya dalam reshuffle kabinet Indonesia Maju, mesti keluar dari tekanan dan pengaruh siapapun, harus berorentasi hanya untuk kemajuan bangsa.

Dampak pandemi virus corona terhadap ekonomi nasional akan sangat buruk bila sektor ekonomi tidak di pegang oleh orang yang profesional. Dan Kabinet bidang ekonomi, saat ini sangat lemah, maka perlu direshuffle.

“Karena bila pemerintah tidak bisa menyelamatkan ekonomi, maka akan terjadi krisis dan akan berdampak terhadap politik dan keamanan,” tegas Abdul Hamid Rahayaa.

Ia melanjutkan, bahewa ekonomi harus dikelola dengan baik, sebab bila ekonomi ambruk dan rakyat kelaparan maka bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Kita perlu belajar dari masa lalu, di mana  kejatuhan penguasa juga karena faktor ekonomi, seperti Bungkarno  jatuh karena ekonomi,Suharto jatuh juga karena ekonomi.

Abdul Hamid berharap,pemerintah  melindungi kesehatan,dan keselamatan warga negara, pemerintah juga harus menjaga fundamental ekonomi nasional karena dua hal ini tidak bisa dipisahkan.

“Negara akan ambruk bila ekonomi ambruk dan bila rakyat lapar maka kemungkinan situasi terburuk bisa terjadi bila hal ini tidak diantisipasi. Dan tidak  dikelola dengan baik mungkin akan terjadi kerusuhan masal,” tegas Abdul Hamidn.

Abdul Hamid juga mengapresiasi Pemerintah yang memberikan stimulus ekonomi 405 triliun, tapi dalam mengalokasikan anggaran  harus mengacu pada prinsip keadilan, jangan seperti pembagian bansos saat ini yang tidak merata. karena kalau tidak merata akan menimbulkan kecemburuan sosial dan akan jadi sumber konflik baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *