Ahirnya, Mantan Bupati Bangka Ini Resmi Sandang Status Tersangka Dalam Kasus PT Pulomas

  • Whatsapp

IMG-20170406-WA0015

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM-Mantan Bupati Bangka priode 2008 – 2013 Yusroni Yazid ahirnya resmi ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus Illegal Mining PT Pulomas dan Pengurangan Pajak Retribusi dengan modus pengerukan Alur Muara Sungai Jelitik Kabupaten Bangka.

Penetapan itu diumumkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Roy Arland, SH pada Selasa sore (11/4/2017) tepat pukul 17.00 wib, di kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung komplek perkantoran Air Item Pangkalpinang setelah usai pemeriksaan terhadap Tarmizi Saat Bupati Bangka sekarang.

“Tersangka pengerukan alur muara Jelitik dengan Inisial YY  dkk dalam kapasitasnya sebagai Bupati kabupaten Bangka periode 2008-2013 dan dalam waktu dekat tersangka lainnya akan ditentukan,” kata Roy.

Pada Kamis (6/4) yang lalu, Yusroni Yazid sempat diperiksa selama Delapan jam oleh penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung di ruang Pidana Khusus kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Yusroni Yazid terlihat nampak pucat dan stres akibat kelelahan.

Usai pemeriksaan, mantan orang nomor satu di kabupaten Bangka itu tidak banyak berkomentar, Yusroni kelihatannya sangat lelah dan lebih banyak diam. Sambil berlalu ke mobil yang sudah menunggunya, Yusroni hanya katakan diminta keterangan oleh penyidik terkait saat menjabat Bupati Bangka dulu.

“Saya diminta keterangan terkait ijin kepada PT Pulomas yang saya keluarkan pada saat saya menjabat selaku bupati Bangka,” katanya.

Disinggung mengenai perizinan pengerukan terhadap PT Pulomas diakui Yusroni bahwa perizinan itu menurutnya tidak ada masalah.

“Pemberian izin itu tahun 2011 sedangkan masa berakhir jabatan saya tahun 2013 jadi tidak ada masalah, dan itu sudah saya jelaskan oleh penyidik,” katanya.

Disinggung lagi mengenai perpanjangan izin serta pemotongan retribusi dari 12 000 meter kubik hingga mencapai 3000 meter kubik,Yusroni membantah kalau perpanjangan itu bukan dirinya namun kalau pemotongan dari 12.000 hingga 3.000 bahwa pengerukan itu tidak dibiayai oleh dana APBD maupun APBN maka itu retribusi itu dikurangi

“Pengerukan itu tidak dibiayai dari dana APBD maupun APBN untuk itu ada pengurangan retribusi dari 12000 meter kubik menjadi 3000 meter kubik,”kata Yusroni

Diakui Yusroni kalau pihak PT Pulomas melakukan penambangan itu diluar sepengetahuan dirinya akan tetapi perizinan pengerukan terhadap PT Pulomas dikeluarkan pada saat dirinya masih selaku bupati Bangka.

Saat itu Kasipenkum Kejati Babel Roy Arlan menyebutkan saat dikonfirmasi terkait pemeriksaan mantan orang nomor satu di kabupaten Bangka yakni Yusroni Yazid dicecar oleh penyidik sebanyak 27 pertanyaan

“Yusroni dicecar oleh penyidik dengan 27 pertanyaan seputaran kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung atau pelabuhan Jelitik oleh PT Pulomas,”kata Roy.

Roy juga sebutkan sebetulnya penyidik hari ini tidak hanya memanggil Yusroni saja tetapi ada dua orang lagi yakni Suhartono dan Sudarmaji salah satu direktur PT Pulomas namun keduanya tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

“Pihak penyidik memanggil 3 orang namun yang hadir hanya Yusroni sementara Suhartono dan Sudarmaji tidak hadir tanpa alasan yang jelas,” jelas Roy.(herman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *