Air Gelas FA yang Beredar, Milik PT.FTN Diduga Air kotor

  • Whatsapp

Oleh : Tim Takalar


TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID – Sebagaimana telah diberitakan media ini pada dua edisi lalu, dimana beberapa warga Kabupaten Takalar dan Jeneponto, mengeluhkan air kemasan gelas merek FA, yang di produksi oleh PT. FTN, yang mereka beli, kotor dan tak layak konsumsi.

Beberapa awak media sebelumnya juga pernah melakukan kunjungan dan investigasi terkait hal tersebut, ke Kantor PT. FTN, yang beralamat di Kalongkong Desa Bontosunggu, Kec.Galesong Utara Kab.Takalar. Selasa (14/8/2018).

Seorang pengawas atas nama EdT saat di wawancara oleh crew media mengatakan, kesalahan bukan dari perusahaan, kami hanya memproduksi airnya, “pas saya periksa cup nya ada sedikit kotoran serta cup yang kotor itu kami sudah tidak pakai lagi. Kotoran yang ditemukan terdapat cup/gelas air mineral dari perusahaan PT. Sarana Sinar Sulawesi”.Jelasnya.

Advertisement, “Kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidak nyamanan air gelas yang didapati memiliki kotoran, air yang kami produksi itu bersih pak dan tidak semua air yang kami produksi itu kotor serta air yang ada kotorannya semua ditarik kembali dan akan digantikan semua.”jelas Ed di kantornya.

Namun janji dari pihak perusahaan untuk menarik kembali air kemasan yang sudah beredar tersebut, ternyata tidak terbukti, alias BOHONG, hal tersebut terungkap saat salah seorang Netizen pengguna Facebook atas nama CD, memposting gambar air gelas kemasan merek FA di group Kabar Takalar, dan menuliskan kalimat “Kenapa air merek begini banyak kotornya”. postingan yang dibuat pada Minggu, 26/8/2018, langsung diserbu oleh ratusan Netizen, dan rata rata mereka mengeluhkan pernah membeli air tersebut, yang kondisinya sama dengan apa yang di posting.

Sementara itu, salaseorang pihak perusahaan PT.FTN atas nama R, yang kembali di konfirmasi terkait masih beredarnya air gelas kemasan yang kotor tersebut, hanya menjawab “Kami terus melakukan penarikan pak, mungkin belum semua terjangkau”. Jawabnya enteng melalui Aplikasi WA.

 

editor: maliki hd

Pos terkait