Airlangga Hartarto Masih Layak Jabat Ketum Golkar

oleh Budi Setiawan

JAKARTA,AMUNISINEWS.CO.ID-Menjelang perebutan Kursi No 1 di Partai Golkar tentunya mendapat perhatian dari kalangan masyarakat. Teka-teki siapa yang akan menjabat sebagai Ketum Partai Golkar nanti dalam Munas yang akan berlangsung nanti, belum bisa terjawab.

Diperlukan pertimbangan bijak untuk memilih calon ketua umum Golkar agar  partai beringin ini mempertahankan tradisi sebagai partai papan atas.

Drs.Paulus Sumino,  mantan Anggota DPRD Provinsi Papua dua periode dari Partai Golkar. dan pria yang mempunyai pengalaman di dunia politik menjelang Munas Partai Golkar angkat bicara kepada, jurnalis Amunisi,Rabu (31/7/19).

Melalui sellular dia memberikan sumbang saran beberapa pertimbangan bijak untuk memilih Calon ketua umum Partai Golkar.

Pertimbangannya:

1.Mempertimbangkan situasi munas Partai Goklar di Bali 2015

2.Situasi setelah SN masuk penjara terlibat persoalan hukum.

3.Situasi Menjelang dan Pasca Pilpres dan Pileg.

4.Estimasi situasi hubungan oroduktif dengan Presiden.

5.Membesarkan Golkar pada periode 2019-2024 estimasi Pilpres 2024.

6.Keutuhan Partai Golkar bersih dari korupsi karena variabel ini masuk pada Pasar Buli jika ketua umum kena kasus korupsi.

7. Komunikasi calon ketum dengan daerah-daerah.

8.Kesediaan dan kemampuan ketua umum untuk membina daerah.

9.Situasi buruk negatif yang membuat kaburnya pikiran pikuran sehat menjelang Munas.

“Menurut hemat saya, Badan kehormatan partai dewan penasehat perlu berperan secara benar berdasarkan visi dan misi Golkar demi kebesaran kembali Golkar. Badan kehormatan partai,dan dewan penasehat menjadi salah satu sumber masalah untuk melahirkan ketua umum yang paling baik bagi Partai golkar,”tegas Paulus Sumino mantan Anggota DPD  RI Periode 2009-2014 Dapil Papua.

Lebih lanjut ditegaskan, kecelakaan Munas terjadi ketika detik-detik terakhir kader-kader Golkar yang memiliki hak suara. Ini, ditandai dengan landa badai oleh dua variabel yaitu Money Politik dan kepentingan kekuasaan

Maka, katanya,  berfikir terbalik perlu tahu Bapak Presiden Jokowi memilih mitra ketua umum Golkar Siapa?? “pasti tentunya saya melihat ke Airlangga Hartarto yang memiliki pengalaman di dalam perpolitikan dan dapat membawa perubahan Partai Golkar ke depan ke arah yang lebih baik,” tegas Paulus.

Dia pun menyarankan, pada kader-kader junior jangan terjebak isu dukungan daerah seakan akan di dukung mayoritas. tetapi ada pengelabuhan dari team suksesnya sendiri. Hal demikian dialami pada waktu lalu oleh  Ade komarudin.

“Pengamatan saya dari Papua masih sangat layak secara bulat saja memberikan dukungan sepenuhnya untuk Airlangga Hartarto untuk menjabat orang nomor satu du Partai Goklar walaupun situasi memanas dapat digoreng diungulkan yang lain seperti ketua DPR RI Bamsoet,”jelasnya.

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *