Akhirnya, Atap Stadion Mini Panongan Benar-Benar Ambruk

  • Whatsapp

Oleh  Zahari

TANGERANG-AMUNISINEWS.CO.ID-Sembilan bulan lalu Koran Amunisi Jakarta dan Radar Nusantara Bekasi menurunkan berita dengan judul “Stadion Mini Panongan Terancam Ambruk”. Tanggal 21 November 2018 lalu berita itu jadi kenyataan, Atap Stadion Mini Panongan yang terbuat dari baja pipa bulat dengan tutup atap spandek benar-benar ambruk diterjang angin kencang disertai hujan lebat dan  sambaran petir menggelegar.

Tampak Stadion Mini Panongan Kab.Tangerang, berdiri megah, namun apabila diterpa angin kencang goyang meliuk-liuk atap dan baja pipa. 2. Tanggal 21 November 2018 lalu adalah hari terakhir bagi atap stadion mini Panongan berdiri megah karena ambruk diterjang angin kencang diserta hujan lebat.

Ambruknya atap Stadion Mini Panongan di Kabupaten Tangerang Banten itu membuat pejabat Dinas Tata Ruang dan Bangunan juga dari Kontraktor PT Etona Cemerlang Abadi kalang kabut,hari Rabu 21 November itu juga seluruh baja pipa bulat dan atap spandek yang luluh lantak diterjang angin kencang dibersihkan dari lokasi.

Sampai saat ini belum ada pejabat terkait seperti Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Taufik Emil dan Camat Panongan, Prima Saras Puspa dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK),Iwan (sebelumnya Idrus,red) yang menyatakan penyebab ambruknya atap stadion Mini Panongan tidak sesuai RAB atau Spek baja pipa.

Penyebab robohnya diklaim Emil karena faktor alam.”Faktor cuaca ekstrim, angin puting beliung,” katanya.

Camat Panongan,Prima Saras menyatakan, faktor alam,angin kencang disertai hujan lebat yang membuat atap stadion mini ambruk.Sedangkan,Iwan PPTK memastikan kualitas bahan bangunan sesuai spesifikasi.

Pihaknya menyebutkan, ambruknya atap stadion yang baru dibangun tahun 2016 dan 2017 itu murni disebabkan faktor cuaca.

Padahal, hasil investigasi wartawan Koran Amunisi dan Radar Nusantara beberapa waktu lalu, terlihat perbedaan sangat mencolok, ukuran konstruksi baja yang menggunakan pipa bulat itu. Stadion mini Cikupa dan Tigaraksa menggunakan baja pipa bulat ukuran 8 inch dengan ketebalan 8 mili untuk tiang atap, sedangkan stadion mini Panongan menggunakan tiang pipa baja ukuran 5 inch dengan ketebalan sekitar 1,7 mm – 2,3 mm.

Soal harga juga berbeda antara pipa baja ukuran 8 inch dan tebal 8 mm berkisar Rp 2,8 juta/batang ukuran 6 meter,sedangkan pipa baja ukuran 5 inch dan tebal 1,7 mm – 2,3 mm hanya Rp 775 ribu/batang ukuran 6 meter. Untuk tiang aja terdapat selisih harga sekitar Rp 2 juta lebih.Belom lagi baja pipa untuk gelegar atap sejumlah 24 batang pipa,di Cikupa dan Tigaraksa menggunakan pipa ukuran 4 inch,sedangkan untuk Panongan ukuran 3 inch. Untuk kaso atap spandek di Cikupa dan Tigaraksa gunakan pipa baja ukuran 3 inch, sedangkan di Panongan menggunakan pipa baja ukuran 2 inch.

Jika dihitung secara global perbedaan harga konstruksi baja pipa antara stadion mini Cikupa dan Tigaraka mencapai Rp 200 juta,sedangkan untuk kontruksi baja pipa di Panongan sekitar Rp 100 juta.

Sedangkan Pelaksana Proyek dari PT Etona Cemerlang Abadi,Riski  menyatakan, pembangunan kontruksi baja untuk atap tribun VIP stadion mini Panongan itu sudah sepengetahuan PPTK, Pengawas dan Konsultan proyek.
Bahkan, kata Riski saat pemasangan atap baja pipa itu juga ada semua pejabat itu. Apalagi yang harus di permasalahkan lagi soal konstruksi atap baja itu, tambahnya.

Bahaya Konstruksi Baja
Sementara itu seorang pejabat yang mengetahui soal kontruksi baja atap stadion mini di Kab.Tangerang mengungkapkan, tidak ada perbedaan kontrusksi baja atap VIP stadion mini di seluruh Kab.Tangerang,semuanya harus sama baik itu ukuran tiang penyangga atap atau yang lainnya.Jika ada kontsruksi tiang baja pipa tidak sama ukurannya berarti itu ada penyimpangan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) proyek.
“Itu berarti  mengurangi kualitas konstruksi untuk atap tribun VIP stadion mini, dan itu sangat fatal dapat membahayakan para penonton yang berada di areal tersebut apabila terjadi atap ambruk. Juga terlihat konstruksi baja pipa stadion mini itu tidak kokoh seperti stadion mini lain yang menggunakan baja pipa sesuai spek,” tukas pejabat itu.

keterangan Foto:1.Tampak Stadion Mini Panongan Kab.Tangerang, berdiri megah, namun apabila diterpa angin kencang goyang meliuk-liuk atap dan baja pipa. 2. Tanggal 21 November 2018 lalu adalah hari terakhir bagi atap stadion mini Panongan berdiri megah karena ambruk diterjang angin kencang diserta hujan lebat.

 

Pos terkait