Akhirnya, PT GPL Bayar Pesangon Sainuri dan Yanto

  • Whatsapp

 

Oleh Mahmud

BELINYU,BABEL,AMUNISINEWS.CO.ID–Sainuri dan Yanto merasa lega setelah PT Gunung Pelawan Lestari ( perusahaan perkebunan Sawit di Belinyu ) menunaikan kewajibannya sesuai dengan UU No 13tahun 2003.

Uang  pesangon itu diserahkan langsung oleh Muslik, Kasie di PT Gunung Pelawan Lestari Gelam Estate Desa Gunung Muda Belinyu, Jum’at (14/9) disaksikan Wakil Sekretaris DPC SPSI kabupaten Bangka  Budiman Siregar.

Terpisah, Budiman Siregar Wakil Sekretaris DPC SPSI kab Bangka menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal ketika PT Gunung Pelawan Lestari memberhentikan Sainuri dan Yanto, Selasa (20/3/2018) dengan alasan Pemutusan Kontrak Kerja (pkwt) yang ahirnya mereka mengadu kepada DPC SPSI kabupaten Bangka.

” Awalnya perusahaan PT Gunung Pelawan Lestari memberhentikan Sainuri dan Yanto dengan alasan kontrak kerja sudah berakir dan tanpa pesangon, kemudian Sainuri dan Yanto lapor ke SPSI, kita dampingi untuk lapor ke Dinas Tenaga Kerja dan berlanjut ke Pengadilan,” jelas Budiman melalui pesan Whats App, Minggu (16/9).

Dan selanjutnya, di Pengadilan diadakan Mediasi dan pihak PT GPL bersedia membayar pesangon sesuai Undang Undang No 13 tahun 2003.

Untuk diketahui, berikut ini adalah beberapa ketentuan, yang apabila dilanggar menyebabkan karyawan kontrak demi hukum berubah menjadi karyawan tetap:

1) Perjanjian kerja wajib dibuat secara tertulis serta harus menggunakan bahasa Indonesia dan huruf latin (Pasal 57 UU No. 13 Tahun 2003);

2) Tidak boleh mensyaratkan adanya masa percobaan kerja (Pasal 58 UU No. 13 Tahun 2003);

3) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu: (a) pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya; (b) pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun; (c) pekerjaan yang bersifat musiman; atau (d) pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

4) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap;

5) Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun;

6) Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu tersebut, paling lama 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir telah memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja yang bersangkutan;

7) Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama, pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun.

Apabila ada karyawan kontrak yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tersebut diatas, demi hukum statusnya berubah menjadi karyawan tetap. Oleh karena itu, mereka tidak boleh di PHK karena alasan kontrak kerja telah berakhir.

Berdasarkan ketentuan Pasal 62 UU No. 13 Tahun 2003, apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak kerja, pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.

Sebagai contoh, apabila dalam perjanjian kita dikontrak selama 12 (dua belas) bulan dan baru berjalan 7 (tujuh) bulan pengusaha sudah mengakhiri hubungan kerja, maka pengusaha wajib membayar sisa kontrak pekerja, yaitu 5 (lima) bulan. Satu hal yang harus diingat, kewajiban untuk membayar ganti rugi berlaku bagi kedua belah pihak. Dengan kata lain, jika pekerja mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak kerja, pengusaha juga memiliki hak untuk menuntut ganti rugi kepada pekerja. Meskipun dalam praktek, hal seperti ini jarang sekali terjadi.

Pos terkait