Akibat Tak Miliki Izin Resmi, Penjual Senpi Ilegal Diadili

  • Whatsapp

Oleh : Aston Darwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Kendati sudah mendekati uzur, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto, bisa dikategorikan sebagai pria pekerja keras dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Namun karena usaha yang dilakukannya itu bertentangan dengan hukum, ia pun hanya bisa terlihat pasrah saat petugas kepolisian dan petugas tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta utara, membawa dirinya keruang persidangan. Adapun penangkapan yang dilakukan terhadap terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto, berawal saat Marsugin dan Mahmud Hadi Santoso yang merupakan anggota polisi dari Satuan Reserse Kriminal ( Reskrim) Polres Pelabuhan Tg.Priuk sedang melakukan razia preman.

Pada saat itu juga, ke -2 anggota polisi itu, mendapatkan informasi, bahwa disekitar taman dekat terminal terpadu Tg.Priuk, Jakarta utara, ada seorang lelaki yang akan bertransaksi senjata api ( Senpi).
Berbekal informasi tersebut, ke -2 anggota itu pun, langsung bergerak menuju lokasi. Tidak lama kemudian, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto yang sedang asyik duduk sambil menunggu calon pembeli disekitar taman terminal Tg.Priuk, pun berhasil ditangkap. Saat digeledah, dari dalam tas gendong yang dikenakan nya itu, ditemukan 2 pucuk senjata api air soft gun merek Revolver Sport 733 dan merek Glock 19 beserta dengan pelurunya. Detik itu juga, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto, langsung dibawa ke Polres Pelabuhan Tg. Priuk, untuk diperiksa.
Dihadapan penyidik, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto mengakui, bahwa dirinya dihubungi oleh saudara Anto Susanto alias Agus alias Antok ( DPO), untuk mengambil 2 pucuk senjata api berikut dengan pelurunya di kantor Tactical Shooting Club.

Selanjutnya, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Sutikto, disuruh untuk menjual senjata api (Senpi) tersebut, kepada seseorang yang akan nenghampiri dirinya. Sayang, sebelum senjata api (Senpi) itu  diserahkan, ia pun ditangkap polisi.

Pada sidang yang sebelumnya, saksi Marsugin dan saksi Mahmud Hadi Santoso mengatakan, pada saat melakukan razia preman, mereka mendapat informasi, bahwa disekitar taman terminal Tg. Priuk, Jakarta utara, ada salah seorang lelaki, yang akan melakukan transaksi senjata api (Senpi). Ke -2 saksi itu juga mengatakan, berdasarkan informasi tersebut, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto, berhasil ditangkap. Pada saat dilakukan penggeledahan, dari dalam tas gendong yang dipakai oleh terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto, ditemukan 2 pucuk senjata api (Senpi) air soft gun, merek Revolver Sport 733 dan senjata api (Senpi) merek Glocke 19 bersama dengan pelurunya. Begitu mendengar keterangan dari ke -2 saksi tersebut, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto, hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya. Rabu, 7 November 2018, pukul 16. 30 Wib, dihadapan Majelis hakim, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto mengatakan, bahwa benar ia ditangkap oleh pihak kepolisian, karena kedapatan menyimpan dan memiliki senjata api (Senpi). Terdakwa Donik juga mengatakan, bahwa dirinya sengaja dihubungi oleh saudara Anto Susanto alias Agus alias Antok (DPO), untuk mengambil 2 pucuk senjata api tersebut, kekantor Festival Shooting Cub. Selanjutnya, terdakwa Donik Dwi Prihandono, disuruh untuk menyerahkan 2 pucuk senjata tersebut kepada calon pembeli yang sudah diketahui identitasnya.
Terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto juga menambahkan bahwa profesinya adalah sebagai tukang ojeg. Terkait dengan kepemilikan senjata api (Senpi) tersebut, terdakwa Donik Dwi Prihandono bin Pratikto mengakui, bahwa ia sengaja membelinya melalui situs On -line.

Rencananya, Senjata api (Senpi) tersebut akan dijual seharga Rp.2.000. 000 per pucuknya. Sayang, sebelum senjata api (Senpi) tersebut berhasil dijual, dirinya malah ditangkap polisi.
Hakim ketua Tiares Sirait, SH,. MH yang didampingi hakim anggota Didik Wuryanto, SH,.MHUM dan Ramses Pasaribu, SH,. MH mengatakan, untuk mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali setelah
1 minggu kedepan.

 

Pos terkait