Akomodasi Kedewasaan Politik, Guna Meredam dendam Sejarah sangat Traumatik.

  • Whatsapp
KH.AS'AD SAID ALI

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Pada TAP MPRS Nomor, XXV/1996 tentang Pembubaran PKI mesti diakomodir dalam RUU Haluan Ideologi Pancasila. Hal ini, Agar Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila nanti tidak melukai sebagian anak bangsa.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, didampingi tiga Wakil ketua Rachmat Gobel, Sufmi Dasco Ahmad, dan Azis Syamsuddin beberapa waktu yang lalu di Senayan.

Rapat paripurna DPR RI mengesahkan Haluan Ideologi Pancasila menjadi RUU Usulan Inisiatif DPR RI,

Lebih lanjut ditegaskan,KH. As”ad Said Ali, mantan wakil Badan Intelijen Negara (BIN), berharap pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) mengakomodasi TAP MPRS nomor XXV/1996 tentang Pembubaran PKI sebagai landasan di dalam RUU HIP tersebut.

Mantan Wakil Ketua PBNU, Ia menganggap, memasukkan  TAP MPRS Pembubaran PKI ke dalam RUU HIP sebagai salahsatu bentuk akomodasi kepentingan kedewasaan politik dan bisa meredam dendam sejarah yang sangat traumatik.

Bila TAP MPRS nomor XXV/1996 tidak diakomodir dalam RUU HIP tentu Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila akan menjadi Undang-Undang yang kontra produktif.

“KH. As”ad Said Ali, tetap menyambut baik proses pembahasan RUU HIP sebagai produk hukum yang mencoba memberikan panduan dalam implementasi pembangunan nasional sesuai dengan Pancasila di era perubahan saat ini,”Pungkas nya pada, Rekan-rekan media, Jum’at, (5/6/20). dikawasan Jakarta-Selatan.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam logika atau dikotomi antara Orde Lama dan  Orde Baru terkait RUU HIP. Suara-suara pro kontra dalam pembahasan RUU merupakan hal yang lumrah dalam era demokrasi.

“Alam kehidupan bangsa Indonesia hari ini adalah alam yang berbeda dengan era orde baru dan orde lama. Demgan mengakomodir TAP MPRS nomor XXV/1996 ke dalam RUU-HIP maka Undang-Undang -HIP bisa diterima oleh  semua komponen bangsa” tutupnya.

 

 

Pos terkait