Aksi Demo AMMY di Kantor Polres Malra dan Kemenag Kota Tual

  • Whatsapp
Aliansi AMMY gelar aksi demo di Polres Malra dan Kantor Kemenag Kota Tual

Oleh : Jecko Poetnaroeboen

Aliansi AMMY gelar aksi demo di Polres Malra dan Kantor Kemenag Kota Tual

Pernyataan Adam Rahayaan dinilai Penista Agama

TUAL, AMUNISINEWS.CO.ID – Masyarakat Tayando Yamtel Kota tual, kecamatan Tayando yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Islam Tayando (AMMY) menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Polres Maluku Tenggara dan Kantor Kementrian Agama Kota Tual.

Pantauan media Amunisinews.co.id, Senin (09/4) aksi demonstrasi ini sendiri bertujuan untuk menyikapi Pernyataan Adam Rahayaan yang mengatakan dirinya sebagai seorang “Nabi”.

Spanduk yang bertuliskan “Tangkap,…!!! dan Proses Hukum, Adam Rahayaan Si Nabi Palsu”.

Pernyataan dari salasatu Bakal Calon Walikota Tual, Adam Rahayaan. S.Ag,M.Si menyampaikan dalam orasi politik – nya pada tanggal 24 Maret bahwa dirinya (Adam Rahayaan) sebagai “Nabi Adam” atau Manusia Pertama dan Calon Wakilnya sebagai “Sahabat Nabi” hal ini dapat menimbulkan keresahan dan kekecewaan untuk seluruh lapisan masyarakat muslim yang saat ini berdomisili di Tayando Yamtel.

Untuk itu, Pernyataan Adam Rahayaan, Menurut, Aliansi Masyarakat Muslim Tayando (AMMY) diduga kuat pernyataan ini merupakan sebuah bentuk  Penistaan atau Penodaan agama, dengan tujuan penyesatan terhadap seluruh peserta kampanye dan seluruh masyarakat yang berada di Tayando Yamtel, pada saat menyaksikan kampanye atau menyampaikan orasi politiknya.

Selain itu, demi terwujudnya penegakkan keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Aliansi Masyarakat Muslim Tayando, di depan Kantor Polres Malra dan Kantor Kementerian Agama Kota Tual mendesak, agar Kapolres Malra secepatnya memeriksa Adam Rahayaan atas pernyataannya yang dinilai mengolok-olok Nabi dengan mengatasnamakan atau mendeklarasikan dirinya (Adam Rahayaan) sebagai “ Nabi” atau manusia pertama dan Wakilnya sebagai “ Sahabat Nabi “

Oleh sebab itu, Masyarakat mendesak Kementerian Agama Kota Tual dan MUI Kota Tual, segera mengambil tindakan, sekaligus memanggil Adam Rahayaan, untuk meminta maaf kepada seluruh umat muslim dan khususnya untuk masyarakat Tayando Yamtel atas pernyataan yang disampaikan dalam orasi politik – nya beberapa waktu lalu.

 

 

editor: maliki hd

 

 

Pos terkait