Aksi Demo Mahasiswa PMII Pasuruan Nyaris Ricuh di Kejari dan DPRD

  • Whatsapp

Oleh, A.Sofyan

PASURUAN, AMUNISINEWS.CO.ID.- Aksi Demo kelompok mahasiswa, yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Kejaksaan Negeri Bangil. Selasa (11/08/’20)

Aksi yang digelar pada hari Selasa 11-08-2020 lalu, mendesak pihak kejaksaan untuk segera mengungkap dugaan korupsi di pengadaan 2,5 juta masker. Para mahasiswa yang menduduki pintu Kejari Bangil di Raci ini, menganggap pihak Kejaksaan terkesan lamban bahkan jalan di tempat.
“Kami minta agar proses pengusutan kasus masker ini, segera diselesaikan dan ditentukan, siapakah dalang mafia masker covid 19,” tegas salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Aksi sempat memanas dan terjadi sedikit kericuhan, karena pendemo tidak mau membubarkan diri bahkan sempat terjadi dugaan pemukulan terhadap salahsatu mahasiswa.

Zulkarnain sebagai Koordinator aksi tersebut melakukan orasi di depan kantor kejaksaan. Dia minta agar kejaksaan segera melakukan pengusutan pengadaan 2,5 juta masker.
“Permasalahan masker ini sudah lama, untuk itu diharapkan kejaksaan tidak berlarut-larut dalam mengungkapnya. Segera seret dalang pengadaan masker ini dan jebloskan ke penjara. Dan kejaksaan tidak boleh tebang pilih, segera tentukan tersangka atau mafia dibalik pengadaan masker ini, ” kata Zulkarnain dalam aksinya.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangil,  Ramdanu menemui mahasiswa dan mengatakan, jika pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. “Semua ada prosesnya dan pihak kami telah melakukan pemanggilan. Kita tunggu saja hasilnya,” jelas Ramdanu.

Aksi yang berlangsung selama hampir 3 jam tersebut, membuat Kapolres, AKBP Rofiq Ripto H turun ke lapangan dan akhirnya Kapolres melakukan mediasi dengan mahasiswa. Di hadapan mahasiswa Kapolres berjanji akan melakukan pengusutan secepat mungkin dan mahasiswa menyetujui.

“Pihak Polres berjanji membantu dalam pengusutan masker. Kita tunggu 1x 24 jam hasilnya. Jika tidak ada tindakan dan kelanjutan terkait permasalahan ini,  maka kami mahasiswa akan melakukan aksi  demo yang lebih besar lagi,” pungkas Zulkarnain dan membubakan diri.

Aksi di depan kejaksaan pun bubar dan kemudian mahasiswa bergeser menuju Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan di Raci.

Sesampainya depan kantor dewan, mahasiswa melakukan aksi bakar ban bekas serta melakukan treatikal terkait kecurangan pengadaan Masker. Pendemo mendesak DPRD untuk dapat memberikan kejelasan terkait anggaran masker. Tidak hanya itu saja, mahasiswa juga minta menyeret oknum Dewan yang ikut bermain dalam proyek yang bernilai sekitar Rp 7 Milyar itu.
“Kami minta ada anggota dewan yang temui kami disini, Dewan harus mampu memberikan kejelasan terkait masker. Jangan ditutupi, kita meminta jawaban dari Badan Kehormatan”, tegas Zulkarnain.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sholeh, menjelaskan, “Kami bekerja sesuai dengan aturan dalam bekerja”.
Setelah Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Pasuruan menemui mahasiswa dan memberikan penjelasan, para pendemo pun membubarkan diri.

Pos terkait