Aktivis : Poldasu Tebang Pilih Tertibkan Game Zone

  • Whatsapp

foto-gamezone-amunisi-asahan-308

AMUNISINEWS.COM, Asahan :  Masih menjadi misteri bagi masyarakat kabupaten Asahan Sumatera Utara, terkait penggerebekan yang dilakukan pihak Polda Sumut beberapa waktu lalu di Muray Game Zone jalan Kartini yang berjarak seratus meter berdekatan dengan City Game lokalisasi yang sama  tempat yang digerebek. Kamis (1/9) baru-baru ini.

Selain misteri Muray Zone digerebek, City Game masih beroperasi masyarakat bertanya bagaimana kelanjutan tindakan hukum kepada pemilik tempat dan masyarakat yang digiring ke Polda Sumut,” Adem adem aja kasus Muray Zone tak kedengaran bagaimana perkembangan kasusnya, City Game berjarak 100 meter dari Muray Zone tak digerebek. Kenapa Polda Sumut tebang pilih menertibkan Game Zone, apa kata dunia ???,” kata Aktivis Beimen Damanik

Beimen Damanik Mahasiswa fakultas hukum Universitas Asahan, meminta agar penegak hukum dapat menindak lanjuti permainan bernuansa hiburan namun diduga mengarah ke perjudian.“ Saya meminta aparat yang berwenang segera menindak lanjuti game zone yang berlatar belakang permainan hiburan namun mengarah ke perjudian ini, sebab jika memang tidak ada nuansa perjudiannya mengapa pihak Polda Sumut melakukan penggerebekan dan penyegelan serta penutupan Muray Zone, padahal kan sistem permainannya sama dengan menggunakan mesin tembak ikan dan pilihan gambar di City Zone,” kata Beimen Damanik.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar (GMPAH) Asahan meminta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas dengan melakukan penutupan terhadap permainan judi berkedok permainan ketangkasan yang masih saja melakukan operasi pasca digerebek oleh personil Poldasu beberapa waktu yang lalu Muray Zone.

Ketua Umum DPD GMPAH Asahan Iwa Risfa Irsan Lubis yang juga tokoh pemuda penggiat Olahraga Futsaal Asahan awak media koran ini, menyebutkan hendaknya pasca penggerebekan dan penutupan salah satu game zone yang berada di Jalan Imam Bonjol dan Kartini Kisaran menjadi cermin bagi Polda Sumut untuk melakukan tindakan serupa dengan tidak tebang pilih.

“Kita mengharapkan pihak Polda Sumut dapat melakukan tindakan yang sama, karena sampai saat ini game zone seperti City Game yang berada di jalan Kartini, Jimbaran yang berada di Jalan Imam Bonjol, Sea Game yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Happy Land di Jalan Sisingamangaraja,  Happy Zone di Jalan Sutomo masih beroperasi,” kata Iwa

Iwa juga menambahkan jika memang tidak ada unsur judi dibalik permainan ketangkasan ini, mengapa pihak Polda Sumut melakukan penggerebekan dan penutupan terhadap dua tempat  game zone bahkan sebanyak 4 orang pemain di boyong ke Mapolda Sumut ketika penggerebekan dijalan Imam Bonjol dan dijalan Kartini 8 orang kemudian dikenakan pasal 303 yang sampai saat ini diduga tidah terpublikasi media.

“ Ini yang membuat kita heran, kenapa membiarkan permainan judi berkedok permainan ketangkasan ini, sementara sudah jelas Polda Sumut saja sudah menggerebek dan menutup dua tempat game zone serta menetapkan pasal 303 kepada pemain yang saat itu berada di game zone yang digerebek tersebut, bahkan di permainan ini banyak anak-anak yang berada didalam dan ikut bermain,” kata Iwa.

Terkait dengan adanya anak dibawah umur yang masuk dan bermain di game zone ini, Ketua Kelompok Kerja Perlindungan Anak Kabupaten Asahan Awaluddin S.Ag ketika dikonfirmasi via hubungan seluler, menyebutkan dirinya belum bisa memastikan bahwa permainan game zone ini adalah berbentuk permainan judi, namun Awal menyebutkan jika memang ada anak dibawah umur, umumnya masih usia sekolah atau ada anak sekolah yang berada di game zone pada saat jam belajar hendaknya Pemkab Asahan mengambil tindakan tegas.

“ Saya belum bisa menyebutkan bahwa game zone termasuk permainan judi, namun sebagai ketua kelompok kerja perlindungan anak saya berharap pengelola atau penjaga game zone tidak memberikan izin masuk kepada anak dibawah umur apalagi berpakaian seragam sekolah, apalagi disaat jam belajar, jika memang ada ditemukan seperti itu kami meminta pihak Pemkab Asahan untuk menutup game zone tersebut tanpa ada negosiasi,” kata Awalludin.(Alfrianto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *