Aktivitas Tambang Ilegal Di HL Pantai Matras Kembali Menggeliat

Oleh, Herman Saleh

SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.CO.ID – Aktivitas tambang timah ilegal yang berada didalam Kawasan Hutan Lindung Pantai Matras Kelurahan Matras Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka kembali menggeliat. Padahal beberapa hari yang lalu sudah ditertibkan oleh Tim Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bubus Panca yang dipimpin langsung oleh Kepala KPH Ruswanda.

Tambang-tambang ilegal itu kembali terpantau oleh Deteksi Online, Saptu (23/3), ada 3 titik lokasi penambangan yaitu didalam lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang diakui lahan itu milik Hajjah Anon warga Kelurahan Sinarjaya terdapat lebih kurang 30 unit Ponton Apung berskala besar.

Bersebelah dengan lokasi yang diakui milik Hajjah Anon,  masih didalam Daerah Aliran Sungai ( DAS) yang menuju kearah Pantai Matras terdapat 10 unit Ponton Apung berskala besar.

Tidak jauh dari lokasi Ponton Apung tersebut, terpantau Satu unit tambang timah berskala besar dengan menggunakan Exsavator sedang beraktivitas. Belum jelas siapa pemilik tambang tersebut dan belum jelas juga siapa pula yang mengijinkan tambang- tambang timah itu beraktivitas kembali.

Menurut sumber Deteksi Online, ANR warga Kelurahan Matras Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, tambang-tambang ilegal itu hanya berhenti selama 2 hari pasca penertiban. Selanjutnya mereka beraktivitas kembali, padahal saat penertiban, mereka sudah diberikan surat peringatan (SP1) oleh Tim Kehutanan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

” saya menyaksikan sendiri sewaktu ada penertiban dari KPH Bubus Panca, beberapa penambang sudah menerima surat peringatan (SP1) dari KPH Bubus Panca dan surat itu sudah mereka tanda tangani, tetapi mengapa mereka masih membandel tetap melakukan penambangan, padahal tambang mereka itu didalam kawasan hutan dan DAS lagi”, keluh ANR, Sabtu (23/3)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *