Aktivitas Tambang Ilegal Kembali Marak Yang diduga Masuk tradisional Hutan Produksi Parittiga

Oleh Herman Saleh

PARIT TIGA, JEBUS,AMUNISINEWS.CO.ID-Aktivitas Tambang Timah Ilegal Kembali Marak diduga sudah merambah kawasan Hutan Produksi Air Rebang Tambang Dua Lima Parit  Desa Cupat, Kecamatan Parit Tiga Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Pantaun amunisinews.co.id, Kamis ( 9/5) ada sekitar Tujuh Unit alat berat berupa Exsavator sedang beraktivitas melakukan kegiatan penambangan dilokasi diduga sudah merambah kawasan Hutan Air Rebang Tambang Dua Lima, selain alat berat terpantau juga beberapa peralatan untuk penambangan seperti puluhan Mesin Pompa Diesel beserta alat-alat lainnya seperti Pipa Paralon 6 inci dan lain-lainnya.

“Itu ada Excavator, mesin pompa diesel besar dan pipa serta selang-selang yang panjang”, ujar LD ( 30) salah satu warga Desa Parit Tiga yang menyertai kelokasi, Kamis (9/5).

Pengakuan LD menyebutkan pemilik tambang ilegal yang diduga merambah kawasan Hutan Produksi itu adalah bos RD warga Desa Parit Tiga, selain bos RD ada juga penambang lain yang menambang disini, yaitu bos AD,bos AY dan bos AB.

” tambang ini diduga punya bos RD, kalau yang disana ( sambil menunjuk kesuatu tempat) itu diduga tambang bos AD, ada juga tambang bos AY dan bos AB, semua tambang itu saya duga sudah masuk kawasan Hutan Produksi”, ujar LD lagi.

Senada dengan LD ( 30), pengakuan SD (40)  warga Desa Parit Tiga, di kawasan hutan Produksi Air Rebang Tambang Dua Lima itu memang ada Tiga atau Empat bos tambang yang melakukan aktivitas penambangan timah. Selain di kawasan Hutan Produksi Air Rebang, ada juga penambang yang buka didekat Kawasan Hutan Lindung di Kwarsa Teluk Limau dan Parit Delapan dan kawasan Hutan Produksi Dusun Tayu Desa Ketap Kecamatan Parit Tiga.

” di Air Rebang itu ada Tiga atau Empat bos tambang, ada juga bos PD menambang dengan alat berat berupa Dua Unit Excavator di kwarsa Teluk Limau dan Parit Delapan Desa Jebu Laut juga menggunakan alat berat berupa Excavatot serta AJ yang menambang di kawasan Hutan Dusun Tayu Desa Ketab juga menggunakan alat berat berupa Excavator “, tutur SD, Sabtu ( 11/5).

Sementara itu KPHP Jebu Bembang Antam Melyadi S.Hut menjelaskan akan menurunkan tim dari Kehutanan kelokasi dalam waktu dekat untuk memastikan apakah lokasi tambang itu sudah merambah kawasan Hutan atau tidak.

Belum tau pak, harus dicek dulu ke lapangan”, jawab Melyadi melalui pesan whatsapp, Saptu (11/5)..( herman saleh)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *