Al-Zaytun Oase di Gurun Pasir

  • Whatsapp

oleh Rukmana Fadly

INDRAMAYU, AMUNISINEWS.CO.ID- Al-Zaytun bagaikan Oase di Gurun Pasir.  Di tengah – tengah maraknya  degradasi persaudaraan dan terancamnya persatuan Indonesia,Al-Zaytun justeru menjadi pelopor persatuan Indonesia.

Pada setiap peringatan Sempena Satu Muharam yang sudah menjadi tradisi Pesantren Al-Zaytun,seluruh tokoh agama hadir atas inisiasi Pimpinan Pesantren Al-zaytun Indramayu,DR.Syaykh AS Panji Gumilang.

pemandangan yang sama terjadi pada peringatan satu Muharam yang kini dimaknai Satu Syuro 1440-Hijriyah di Al-zaytun yaitu suasana penuh kebangsaan, suasana dimana seluruh element masyarakat,seluruh tokoh agama berkumpul dan menyatukan visi persatuan Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika yang didasari UUD 45 dan Lima Dasar Negara Indonesia.

Acara yang dilaksanakan di Masjid Rahmatan Lil’alamin Pesantren Spirit But Modern Systim Mahad Al-Zaytun pada Selasa (11/09/2018),dihadiri 25 ribu orang.

Hadir pula Ketum Paskah Nasional,Pendeta Alma Shepard Supit yang menyampaikan rasa salutnya terhadap managerial yang dan Konsep Kebangsaan yang diterapkan di Al-Zaytun.

Turut hadir Romo Dr.Vinsensius A.Polo Darmin,Pdt.Robert Pandiangan,Ahmad Zaini tokoh Masyarakat Jawa Timur,Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Kerajaan Nusantara,Tokoh Pesantren Jawa Barat KH.Nana Suryana dan Victor SH. KH.Muhamad Nur Iskandar SQ.

Dari seluruh sambutan para tokoh yang hadir di Al-Zaytun,semua sepakat dengan tema 1Syuro1440-H yang diusung Mahad Al-Zaytun yaitu Demokrasi Kerakyatan Gaya Indonesia Memperkokoh Rantai Persatuan Indonesia.

“Selama ini kami selaku umat kristiani telah salah didalam menilai Umat Islam,di Al-Zaytun inilah kami banyak belajar tentang kerukunan umat beragama di Indonesia,di Al-Zaytun inilah rasa kebangsaan,Nasionalisme dirasa sangat kental ditengah – tengah keberagaman suku,agama dan ras,” kata Pdt.Robert Pandiangan.

Prof Haris salah seorang tokoh yang sering berkunjung ke Al-Zaytun mengatakan, dirinya salut dengan Al Zaytun.

“Saya sangat salut dengan Al-zaytun,karena setiap tahun,Al- Zaytun tumbuh lebih maju,tema 1 Syuro yang diangkat Al-zaytun cukup menarik, Demokrasi Kerakyatan Gaya Indonesia Memperkokoh Rantai Persatuan Indonesia.Tema ini sangat inspiratif dan sangat mencerminkan jiwa nasionalisme yang kental,ini perlu terus disosialisasikan sehingga persatuan Indonesia ditengah tengah keberagaman,etnis,budaya,agama dan suku dapat terjaga dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

“Sistem pertanian di Al-zaytun yang memadukan alam dengan setiap tanaman yang ditanam dapat menghasilkan produk pertanian yang unggul,” katanya.

Dalam jumpa persnya,Syaykh Al-Zaytun menyampaikan betapa penting dan urgentnya Indonesia kembali pada UUD-45 yang asli.

“Indonesia harus menerapkan Demokrasi kerakyatan gaya Indonesia,jangan gaya negara lain,karena,Demokrasi gaya Indonesia ini mengandung Hikmah kebijaksanaan dan perwakilan,dengan hikmah itulah Indonesia Disatukan,” katanya.

Tokoh pembaharu lulusan Gontor ini dalam berbagai kesempatan selalu menandaskan betapa pentingnya Indonesia kembali pada UUD 45 yang asli,betapa pentingnya Indonesia dibangun berdasarkan lima dasar negara; 1.Ketuhanan Yang Maha Esa,2.Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 3.Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dan Permusyawaratan Perwakilan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pos terkait