Al Zaytun Sosialisasikan Sejarah dan Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza

  • Whatsapp

Oleh Rukmana

Wawan Yadmadi Kepala Dinas Olahraga Banyuwangi (sedang sambutan baju batik)

JAWA, AMUNISINEWS.CO.ID –DR. AS, Panji Gumilang Pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat, adalah sosok pembaharu dalam dunia pendidikan pesantren dan tokoh yang dikenal tidak pernah lelah dalam membangun Indonesia menuju sebuah Bangsa Yang ber – Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Syaykh AS, Panji Gumilang tak henti – hentinya mengajak, memberi contoh kepada seluruh masyarakat yang dimulai dari Mahad Al – Zaytun untuk mencintai negara Indonesia dengan menanamkan ruh Indonesia Raya melalui lagu Indonesia Raya tiga stanza yang menurutnya sudah dilupakan oleh bangsanya sendiri.
Salah satu upaya mensosialisasikan Indonesia Raya tiga stanza yang fenomenal adalah dengan keliling Jawa Yang dimulai pada 29/11/2017 atau yang dikenal dengan keliling Jawa II Anyer Jawa Barat – Panarukan Jawa Timur selama 24 hari sejauh 2.628 KM.Tour sepeda sehat ini diikuti oleh 401 peserta yang tergabung dalam Asosiasi Sepeda Sport Al – Zaytun (ASSA). Dan hari ini, Kamis (07/12/17) ASSA telah berhasil pada Etape ke IX yang berakhir di Banyuwangi Jawa Timur.
Tak hanya mensosialisasikan Indonesia Raya tiga stanza, ASSA juga ,mensosialisasikan Motto “Petani Kaya Negara Jaya” sebuah Motto untuk membangun Indonesia Raya menjadi negara adidaya, dalam setiap pidatonya di tiap Kabupaten Kota, Syaykh Mahad Al – Zaytun selalu menekankan tentang betapa kayanya Indonesia ini.
Menurut Komandan jelajah ASSA, Syaykh AS, Panji Gumilang, tujuan kita bersepeda ini adalah untuk mengenang para Syuhada bangsa Indonesia.
“Tokoh yang hanya memimpin tiga tahun di pulau Indonesia  ini mampu membangun jalan sejauh 1000 KM dari Panarukan sampai ke Anyer,  satu hal yang sangat luarbiasa, kalau kita melewati jalan Deandels ini akan terlintas oleh kita, bagaimana bangsa kita membangun jalan ini, Deandels hanya punya tongkat, sedangkan yang membangun adalah rakyat Indonesia,” ungkap Syaykh Kamis (7/12/17) di Hotel Gambiran, Bnayuwangi, Jawa timur.
Lanjut Syaykh, maka tatkala kita melewati jalan Deandels, Kita melewati para Syuhada yang gugur dalam membangun bangsa ini, berapa banyak orang atau Syuhada yang gugur dalam rangka membangun Jalan Raya Anyer – Panarukan sejauh 1000 KM ini, kira – kira sebanyak batu yang ada di Jalan,  saudara saudara gigihnya bangsa indonesia ini, maka pantas jika indonesia diberi kemerdekaan, Indonesia merdeka tanpa satu pelurupun yang meletus, Indonesia merdeka oleh kecerdasan pikir,” paparnya.
“Tahun 1928 sudah membuat sebuah negara, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa Indonesia, ruhnya adalah lagu Indonesia raya tiga stanza, peperangan terjadi setelah tahun 1945 tidak lama hanya butuh waktu 17 tahun, tatkala dari 1928 – 1945 tepatnya 17 agustus, Indonesia merdeka, 18 agustus nilai – nilai dasar negara dilahirkan,” pungkas.
Syaykh.pada hari Kamis (7/12) ASSA tiba di Hotel Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur (Etape ke IX) disambut hangat oleh Kepala Dinas Olahraga, Drs. Wawan Yadmadi, Camat Gambiran, Danramil Gambiran dan Kapolsek Gambiran.
Kepada awak media, Wawan mengatakan,” kami sangat bangga dikunjungi, disinggahi oleh ASSA, karena bagi kami, para pengunjung itu adalah tamu yang bisa membawa rizqi buat masyarakat kami disini,” katanya.
Menurut Wawan, Banyuwangi adalah sebuah Kabupaten yang terus bergerak maju dengan mengandalakan wisata laut dan darat.
“Bupati kami terus melakukan terobosan – terobosan dibidang kepariwisataan, target kami, setiap orang mau ke Bali harus singgah dahulu di Banyuwangi dan berwisata di Banyuwangi, strategi kami dalam memperkenalkan Wisata di Banyuwangi adalah dengan menggelar event – event festival, maka Banyuwangi ini dikenal dengan istilah Kota Festival.

Pos terkait