Al – Zaytun Wajibkan Upacara Perayaan HUT RI

  • Whatsapp

Oleh Rukmana

INDRAMAYU, AMUNISINEWS.CO.ID- Pagi hari pukul 6:00 lapangan palagan agung sudah ramai oleh santriwan – santriwati, guru,dosen,exponen dan karyawan, mahasiswa IAI  yang hendak mengikuti upacara HUT kemerdekaan RI ke 73, tak hanya civitas Al – Zaytun yang mengikuti upacara tersebut, seluruh wali santri,koordinator pun mengikuti upacara HUT kemerdekaan RI di lapangan palagan agung, Al – Zaytun, Gantar,Indramayu, Jawa Barat.

Al- Zaytun menjadikan HUT RI sebagai hari bersejarah yang sangat penting untuk diperingati, momentum 17 agustus ini dijadikan sarana menggali jiwa patriotisme generasi bangsa Indonesia.

Santriwan – santriwati berbaris lurus sesuai dengan kelasnya masing masing, ada yang berperan sebagai paskibra, pasukan baris berbaris dan paduan suara, semuanya terlihat riang gembira dan bersemangat.

Upacara dimulakan dengan pengibaran bendera sang saka merah putih oleh Santri dan lagu Indonesia Raya Tiga Stanza,kumandang lagu Indonesia Raya tiga stanza membangkitkan jiwa nasionalisme yang mendalam,bagi Civitas Al – Zaytun,Indonesia Raya tiga stanza merupakan ruh berbangsa dan bernegara, tak heran jika seluruh peserta upacara terlihat begitu khidmat.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang dan mendo`akan para pahlawan yang gugur di medan tempur yang dipimpin langsung oleh pembina upacara Syaykh Al – Zaytun.

Usai mengheningkan cipta, Syaykh menyampaikan Pidato kebangsaan, yang disambut gegap gempita para peserta upacara mahupun undangan yang hadir.

“Hari ini kita memperingati kemerdekaan tanah air Indonesia yang ke 73, kita bersyukur pada Allah SWT, kemerdekaan yang telah diproklamirkan pada 17/08/1945 didalam dan dipertahankan oleh rakyat dan bangsa Indonesia, kiranya Engkau ya Allah, terus menciptakan kemerdekaan Indonesia ini, bangsa dan rakyat Indonesia ini mampu mempertahankannya sampai kapanpun,” tutur Syaykh.

Merdeka, kaya Syaykh bukan sesuatu yang direkayasa oleh siapapun, namun merupakan satu karunia Ilahi, rahmt Tuhan Yang Maha Esa (YME), rahmat AllahSWT,, yang dikaruniakan kepada bangsa Indonesia. “Ini bangsa baru ketika itu yang telah diproklamirkan sejak 28/10/1928,” katanya.

Lanjut Syaykh,ketika itu bangsa ini menyatakan memiliki sebuah negara, memiliki sebuah bangsa dan memiliki sebuah bahasa yaitu Indonesia.

“Sikap bangsa Indonesia yang gentleman seperti itu dinyatakan dengan gegap gempita ditengah-tengah  bangsa Belanda yang masih bercokol di Hindia Belanda,” paparnya lagi

“Bangsa Indonesia ketika itu menyatakan sebuah nama baru, bukan Hindia Belanda yang dicita-citakan oleh Belanda ketika sumpah pemuda itu. bangsa Nederland, bangsa Belanda ingin mndirikan uni Nederland hingga 300 th kedepan, namun dipotong oleh bangsa Indomesia yang punya bangsa  punya negara dan punya  bahasa dengan  proklamasi, proklamasi 17/08/1945 scara hukum Internasional bangsa Indonesia tidak melanggar hukum, karena ketika itu adalah masa vacum, diawali dari 6 dan 9 Amerika telah menjatuhkan bom tgl 15/08 bangsa Jepang menyerahkan diri untuk tidak melanjutkan perang, kemudian sekutu mengambil alih kekuasaan daripada seluruh negara yang dijajah oleh  Jepang, ketika itu bangsa  Indonesia berembuk perang langsung dengan persiapan persiapan matang, berapa bulan sebelumnya,berapa tahun sebelumnya, maka tercetuslah disaat keadaan yang vacum, tidak ada kekuasaan, meletuplah proklamasi yang dikumandangkan Bung Karno dan Bung Hatta atas nama Bangsa Indonesia ini, apapun prosesnya,bagaimanapun perjalanannya, kita telah memiliki kemerdekan, kemerdekaan Indonesia bukan sesuatu yang diberikan siapapun kecuali karunia Allah Swt Tuhan YME,saudara – saudara,Bung Karno pernah berkata.

Bahwa musuh hari ini gampamg, karena penjajah, musuh yang paling berat adalah bangsa sendiri, setelah merdeka untuk itu,saudara-saudara sekalian dan para pelajar,Indonesia bisa merdeka bukan hanya satu proklamasi dan hanya beberapa kata dan kalimat itu,tapi kemerdekaan Indonesia ini adalah kemerdekaan yang punya tolok ukur, merdeka yang memiliki ke -Tuhanan YME, merdeka yang bangsanya berketuhanan YME, merdeka yang UUD nya tidak lepas dari ketuhanan YME, merdeka yang ekonominya tidak lepas dari tatanan ketuhanan YME, merdeka dalam politik yang tetap berketuhanan YME, dan berbudaya menurut ketuhanan YME, ini satu bagian, merdeka punya tolok ukur kemanusiaan, kemanusiaan bukan dibatasi oleh bangsa, kemanusiaan yang tidak ada batas , kecuali universal, kemanusiaan yang universal, ajaran Ilahi, ajaran Tuhan YME, yang universal yang punya keadilan, punya peradaban,inilah cita – cita kemerdekaan dan inilah ukuran kmerdekaanYang diproklamirkan didalam 17/08/1945.

Tolok ukur kemerdekaan yang ketiga, adalah bangsa ini bersatu, bukan karena atas nama persatuan suku, bukan atas nama persatuan bahasanya masing – masing tapi persatuan Indonesia, bukan persatuan agama, jika persatuan agama, maka akan hancur Indonesia ini, merdekanya akan kurang bila terjadi persatuan dasarnya agama – agama, hancur lebur, kemerdekaannya kan hilang. tatkala kita mempertahankan kemerdekaan,tetaplah dalam persatuan Indonesia.

Tolok ukur lagi, yang keempat, orang menyatakan kerakyatan itu adalah satu sikap demokrasi, Indonesia pula bentuk demokrasi ala indonesia, bukan demokrasi ala bangsa-bangsa lain, bukan demokrasi atas filosofi-filosofi lain, demokrasi Indonesia yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan  perwakilan, hikmat kebijaksanaan bukan orang perorang,hikmat kebijaksanaan adalah sumber daripada ajaran Ilahi, ilmu pengetahuan, ahlaqul karimah, budi pekerti luhur dan lain sebagainya, itulah hikmat kebijksanaan yang mampu mengerahkan sikap bermusyawarah dalam lingkaran majelis mahupun dewan yang dibentuk oleh rakyat Indonesia, itu adalah demokrasi ala Indonesia.

Itulah tolok ukur kemerdekaan Indonesia .

yang kelima, tolok ukur kemerdekaan Indonesia telah digariskan, adalah cita – cita yang luhur mewujudkan satu keadilan sosial, sosial yang adil, masyarakat yang adil , kehidupan yang adil, adil artinya, bisa diukur dalam ukuran yang pasti, punya ukuran yang pasti yakni UUD negara yang telah disepakati yang kata orang Indonesia, UUD 1945.

Mewujudkan satu keadilan sosial merata bagi rakyat seluruh, seluruh rakyat Indoensia merata, tidak boleh sekelompok kecil menguasai kelompok banyak,kelompok kecil menjadi kumpulan modal terbesar Indonesia,modal terbesar Indonesia mestinya ada di kas negara, bukan dikantong orang – orang teetentu yang mnjadikan nantinya adalah  borjuisme sangat tinggi, disitulah kapitalis, terang Syaykh.

kapitalis – kapitalis Indonesia yang tidak pro pada keadilan rakyat dan sosial Indonesia, ini ukuran keadilan Indonesia, selama ini dijalankan maka rakyat Indonesia akan tetap merdeka merdeka bukan teriakan, merdeka punya ukuran,dan inilah yang akan kita pertahankan, kemerdekaan dipertahankan, artinya mempertahankan dasar negara Indonesia yang lima itu.

Itu baru merdeka,inilah pesan dari Syaykh Al – zaytun,semoga kita tetap konsisten didalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita –  cita merdeka sampai kapanpun, hidup merdeka dalam ruh, hidup merdeka dalam ilmu, hidup merdeka dalam berpikir,
Aqulu qaulihaadza iwalakum wastaghfiruhu inna huwa gafhuururrahiim …..

Usai upacara 17 Agustus, seluruh peserta bergegas kembali ke Al – Islah untuk persiapan shalat Jum”at, ribuan Walisantri dan Koordinator dari seluruh Indonesia tampak semangat mengikuti Upacara HUT RI di Al – Zaytun.

tak lama kemudian Adzan pertanda masuknya shalat Jum”at berkumandang di Masjid Al – hayat, sebuah pemandangan menakjubkan saat ribuan Santri berjalan rapi membuat barisan menuju Masjid, sungguh menyejukkan hati bagi siapapun yang melihatnya, di sebuah pelosok Desa terdapat sebuah pusat pendidikan modern yang bervisi toleransi dan perdamaian.

Shalat Jumat dipimpin langsung oleh Pemangku Pondok Pesantren Al – Zaytun yaitu: Syaykh Al – Zaytun.

Dalam Dzikir Jumat,Syaykh menyampaikan beberapa poin penting diantaranya adalah: budaya yang sedang dibangun oleh Al – zaytun,”disini, jika shalat harus mengenakan peci hitam yang didesign khusus oleh Al – zaytun,tidak boleh mengenakan peci putih, untuk wanita, tidak boleh bercadar, ini adalah budaya yang sedang kita bangun, maka seluruh civitas Mahad harus mentaatinya,” jelas Syaykh

“Upacara peringatan HUT RI di Al – Zaytun merupakan keharusan bagi seluruh  santri,guru,dosen,mahasiswa,karyawan dan exponen,”tandas Syaykh

Sayaykh Al – Zaytun atau yang dikenal As. Panji Gumilang ini memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi,selaku pendidik, Ia senantiasa menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada seluruh santrinya,hal ini bisa dilihat dari bagaimana usaha Syaykh mensosialisasikan lagu Indonesia Raya Tiga Stanza, demi tersosialisasikannya lagu Indonesia Raya Tiga Stanza dengan baik, Civitas Mahad Al – Zaytun dengan dipimpin langsung Syaykh Al – Zaytun seramai 500 orang pesepeda Menjelajah Pulau Jawa pada th 2017 dengan singgah di tiap Kabupaten dan Kota serta menyayikan lagu Indonesia Raya tiga stanza.

Sebuah jiwa nasionalisme yang luar biasa dari seorang tokoh pendidikan yang direalisasikan dalam tindakan nyata.

 

Pos terkait