Ancaman Pidana bagi Warga yang Tak Hiraukan Imbauan Aparat

  • Whatsapp

Oleh, Tim/red

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.– Petugas atau aparat jajaran kepolisian akan menindak segala bentuk kerumunan warga dalam pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19). Mulai dari pembubaran hingga ancaman pidana bagi yang menghiraukan himbauan aparat.

Kapolres Metro Jakarta Utara, KombesPol. Budhi Herdi Susianto mengatakan, warga akan dikenakan ancaman hukuman pidana jika tidak menghiraukan imbauan membubarkan diri.

Hal ini sejalan dengan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19).

“Pada akhirnya manakala melawan atau tidak menuruti petugas ada ancaman pidana yang dikenakan pada masyarakat tersebut,” kata Budhi, saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).

Salasatu ancaman hukum itu, yakni pada Pasal 218 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi, “Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama 4 bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000,-“.

Meski begitu, dipastikannya pembubaran kerumunan warga mengedepankan langkah persuasif dan humanis.dirilis.utara.jakarta.go.id.

“Langkah pertama yaitu persuasif dan humanis. Meminta kerelaan masyarakat yang berkerumun untuk membubarkan diri,” jelasnya.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol, PP) Jakarta Utara, Yusuf Majid menerangkan, sejumlah kegiatan keramaian menjadi fokus perhatian petugas dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Kegiatan itu di antaranya, pasar malam, bazar dan pasar kaget, dangdutan gerobak dorong, pangkalan ojek, mobil atau motor odong-odong, pemancingan, kegiatan keagamaan di luar peribadatan, perlombaan, resepsi pernikahan, sunatan dengan hiburan, serta warung internet (warnet).

“Kami bersama petugas gabungan (TNI-Polri) selalu patroli setiap saat untuk memastikan tidak ada kegiatan kerumunan masyarakat. Membubarkan kerumunan itu agar tidak terjadi penyebaran COVID-19,” tutupnya.

 

Pos terkait