Andre Setiawan S.Tp.Mpa Klarifikasi Video Kebaktian di Anjungan Sumbar TMII

  • Whatsapp
Oleh Syafrigon
JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Kepala Penghubung Sumnatera Barat Andre Setiawan mengklarifikasi soal kebantian di anjungan Sumatera Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurutnya, kejadian pada Senen (18./11/2019) tanpa sepengetahuan dia karena saat dia sedang berada di Medan. “Hari Senin itu merupakan  hari libur seteklah kami lembur pada Sabtu dan Minggu,” kata Andre Setiawan kepada Amunisinews.co.id dan deteksionlinne.com, Jumat (22/11/2019).

“Ini merupakan Kesalahan staf kami tidak teliti kegiatan apa yang akan diadakan dan juga izinnya tidak resmi tanpa sepengetahuan saya.,” tegas Andre.

Selanjutnya Andre berjanji akan mkemberikan tindakan tegas kepada stafnya yang telah melanggar aturan tanpa berkoordinasi dengan pimpinan memberikan tempat untuk kegiatan itu yang bermula kegiatan family chatering dan berubah menjadi kegiatan kebaktian

Sementara itu masyarakat Minang yang berada di Jakarta yang tidak mau di sebutkan identitasnya mengatakan bahwa dengan terjadinya kecolongan pihak pengelola anjungan Sumbar TMII  ini jadikanlah pengalaman yang sangat berharga jangan lalai dengan segala sesuatu dan kalau bisa setiap izin kegiatan yang akan di adakan benar benar di cek dan ricek dulu supaya tidak kecolongan lagi.

“Saya hanya orang awam tapi saya ingin  fungsi dari anjungan Sumbar sesuai dengan apa yang kita inginkan semua masyarakat Minang di samping mempromosikan Sumatra Barat adat dan budayanya yang kaya masyarakatnya yang sopan santun.Kesalahan itu wajar-wajar saja asal mau mengubah  dan lebih teliti dan hati hati lagi dalam mengelolah Anjungan Sumbar TMII,” ujar seorang warga Minang.

Warga itu juga meminta  staf yang telah memberikan izin tanpa berkoordinasi sama pimpinannya diberikan tindakan tegas karena suda bikin gaduh masyarakat Minang di manapun berada.

Pada akhir klarifikasinya Andrea menyetakan mohon maaf. “Video yang beredar sebenarnya justru direkam oleh petugas keamanan anjungan sebagai barang bukti, karena waktu sekuriti menghentikan sempat ada ketegangan dengan penyelenggara sebelum akhirnya disepakati kegiatan dipindahkan ke lokasi lain,” terang Andre.

 

 

Pos terkait