Aneh, Kadis Kesehatan Basel Suruh Wartawan Konfirmasi Urusan Proyek Ke Kejaksaan?

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

TOBOALI, AMUNISINEWS.CO.ID–Aneh..Kepala Dinas Kesehatan Bangka Selatan Supriady suruh wartawan konfirmasi kepada Kejaksaan sewaktu salah satu wartawan mau konfirmasi kepadanya terkait akan adanya keterlambatan dalam pelaksanaan pembangunan proyek rumah sakit di Payung Kabupaten Toboali.

 

Menurutnya kalau  mau konfirmasi terkait pembangunan rumah sakit itu silahkan konfirmasi ke pihak TP4D dan pihak kontraktor

“Kalau mau konfirmasi silahkan ke Tedi Halim selaku kontraktornya, orang yang kuat baik dari sisi jaringan maupun keuangannya,” kata Supriady.

Padahal sudah jelas arti TP4D itu adalah TIM PENGAWAL, PENGAMAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (TP4D) , bukan merupakan Humas proyek, jadi sangat aneh kalau terjadi keterlambatan ataupun adanya bangunan yang roboh, wartawan disuruh konfirmasi kepada Kejaksaan.

 

Diketahui, kontraktor ( PT Jaya Semanggi Enjiniring ) terus berupaya menyelesaikan pembangunan rumah Sakit Pratama di Kecamatan Payung,kabupaten Bangka Selatan ( Basel ) Provinsi Bangka Belitung ( Babel )tepat pada waktunya,karena, waktu pelaksanaan pembangunan itu selama 210 hari terhitung sejak penandatanganan kontrak tertanggal 14 Mei 2018

Dari informasi yang diterima wartawan upaya dari kontraktor ( PT Semanggi Jaya Enjiniring – red ) selain menambah personil tenaga kerja waktu melakukan pekerjaan hingga malam pun dilakukan,hingga naskah ini dirilis progres pembangunan baru mencapai 85 persen.

Dari nilai Rp 24.997.000.000 untuk pembangunan 4 unit gedung diantaranya pembangunan gedung rawat inap,gedung radiologi ( Lab ),Unit Gawat Darurat ( UGD ) dan gedung rawat jalan

“Pembangunan rumah sakit itu dipastikan tidak akan selesai tepat waktu, karena, selain cuaca ada beberapa kendala umum, salah satunya dari keluar masuknya tukang atau pekerja,”  ujar Dody Purba selaku TP4D Kejari Basel melalui sambungan telpon, Selasa ( 4/12/2018 )

Pembangunan itu dipastikan terlambat,itu Dody dapat pengakuan dari pihak pengawas,selain itu juga pihaknya sudah memberi saran dalam berita acara evaluasi kepada pihak pelaksana.

“Pembangunan 3 gedung boleh dikatakan aman, namun pembangunan satu gedung yakni UGD yang menjadi kendala dan akan terlambat,” papar Dody.

Sementara Yudi selaku PPK mengaku optimis dengan pembangunan rumah sakit Pratama itu akan selesai dengan tepat waktu, sebab pihak pelaksana telah menambah personil tenaga tukang dan selain itu jam kerja juga ditambah hingga malam,namun, kalau tidak selesai tepat waktu tetap akan denda

“Perkiraan kami pekerjaan ini akan selesai tepat waktu bahkan sekitar tanggal 20 atau tanggal 24 Desember 2018 sudah selesai,” ujar Yudi selaku PPK melalui sambungan telpon.Rabu ( 5/12/2018 )

Diakuinya pihaknya telah memberikan surat teguran ( SP 1 ) kepada pihak pelaksana dan itu,sudah dilakukan dan diikuti oleh pihak pelaksana diantaranya menambah tenaga kerja untuk penyelesaian gedung IGD

“Tadinya memang kekurangan tenaga kerja namun saat ini pihak kontraktor sudah menambah 25 irangvtenaga kerja untuk menyelesaikan gedung IGD,” aku Yudi

Menurutnya, saat ini,untuk penyelesaian pembangunan tidak ada masalah baik dari sisi tenaga kerja maupun bahan – bahan material yang sejak awal sudah berada di lokasi pembangunan  untuk material sudah sejak 4 bulan berjalan pembangunan material sudah stanby.

Kembali diakui Yudi bahwa setiap bulan mereka melakukan rapat evaluasi dilokasi selalu dihadiri oleh tim TP4D

Disinggung mengenai tidak adanya pengawas dilapangan Selasa ( 4/12/2018 ) Yudi membantah bahwa pengawas ada 4 orang dilapangan dan membaur dengan para pekerja namun kalau satu orang pengawasa pada saat itu masih menyelesaikan progres dan satu orang lagi kebetulan lagi keluar dari lokasi pembangunan.

Di sisi lain Supriadi selaku kepala dinas Kesehatan Bangka Selatan sebagai Kuasa pengguna anggaran ( KPA ) pada proyek tersebut mengelak kalau dirinya selaku KPA bahkan Ia, katakan Yudi sebagai KPA juga merangkap PPK

“Bukan saya selaku KPA nya akan tetapi Yudi selaku PPK dan merangkap KPA,sedangkan saya nanti setelah pembangunan itu selesai,saya sebagai penerima hasil pembangunanpembangunan,” ujar Supriadi melalui sambungan telpon.Selasa ( 4/12/2018 )

Pos terkait