Aneka Rupa Pelanggaran Lalu Lintas di JaktimTak Membuat AKBP Sutimin Menyerah

  • Whatsapp

Oleh Ulis J Putnarubun

AKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Lakalantas Jakarta Timur, menempati urutan pertama kecelakaan di Indonesia. Selain itu, Jamtim juga tertinggi tilang akibat  pelanggaran lalulintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya,. Meskipun,tidak berbeda jauh dengan wilayah lainnya.

Uniknya, Jakarta Timur bukan menjadi daerah hunian saja,tapi merupakan daerah bisnis dimana wilayahnya cukup luas. Di samping itu, wilayah ini juga merupakan area pertemuan arus lalulintas dari timur ke barat,selatan dan utara.

Tak heran bila volume kegiatan tiap hari cukup tinggi. Dan celakanya lagi, volume penggunan kurang disiplin,sehingga menimbulkan banyaknya kecelakaan mulai dari luka ringan berat hingga meninggal dunia.

Hal ini juga dibenarkan Kasat Lantas Jakarta Timur, AKBP Sutimin beberapa waktu lalu .

Menurutnya, pelanggaran lalin saat ini tidak bisa dihindari akibat ulah  pengendara sendiri  seperti melawan arus, tidak  menggunakan helm, bahkan memotong jalur, menaiki trotoar. “Itulah yang terjadi. Berbagai upaya kita lakukan baik melalui operasi rutin, serta sosialisasi namun,belum terlihat adanya peningkatan kesadaran berlalulintas,” kata Sutimin.

Selain rawan kecelakaan dan tingginya pelanggaran.lalulintas  serta luas wilayahnya, tidak.membuatnya pantang menyerah.   Pengalaman sudah beberapa kali menjabat sebagai Kasat Lantas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, semua persoalan yang dihadapi selalu membangun komunikasi dengan instansi terkait.

Menurutnya, keluhan masyarakat ada saja namun selalu disikapi positif demi kenyamanan dan ketertiban bersama.

Laka lantas.

Tinginya kecelakaan diakibatkan kurang berhati_ hati saat mengenderai kendaraan di jalan raya. Kurangnya disiplin serta ketidakpatuhan  petunjuk rambu lalulintas serta menaikan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya oleh angkutan umum membuat kemacetan dan kecelakaan tidak dapat dihindari.

Khususnya bagi pemilik kendaraan angkutan umum diimbau agar selalu mewaspadai perilaku pengemudinya, yang seringkali ugal-ugalan dalam mengejar penumpang. Begitu juga bagi anggota masyarakat yang menaiki angkutan umum.agar jangan  memberhentikan semaunya.

“Kedua pihak harus saling menjaga,demi kenyamanan dan kelancaran serta meningkatkan disiplin,” ujar Sutimin.

 

Pos terkait