Anggaran Pengerjaan Pintu SMAN 6 Kelara Dinilai Tinggi, Bendahara Ngaku Tak Tahu

  • Whatsapp
Oleh Hamzah Sila

JENEPONTO, AMUNISINEWS.CO.ID-Terkait program pengerjaan pengadaan besi pengaman pintu dan jendela sebanyak kurang lebih 33 unit yang dilakukan oleh Muh. Syukur S.Pd M.Pd selagi masih dia Kepsek di SMAN 6 Kelara ketika itu, diduga keras adanya Mark-up anggaran.

Kenapa tidak? Berdasarkan dengan fakta dan hasil perhitungan kalkulator yang lakukan oleh  rekan wartawan dan LSM, dengan berdasar dari hitungan 31 unit yang diakui oleh Muh. Syukur, dengan anggaran Rp90 juta, dinilai sangat tidak ketemu ruas.

Hal itu dapat dibuktikan dan tergambarkan dengan jelas, seiring dengan pengakuan tukang sipembuat rangka besi pengaman pintu dan jendela, bahwa biaya perpintu, paling tinggi, satu juta lebih.

Sementara dari hasil hitungan yang bedasar dari besar biaya Rp90 juta, maka besar biaya satu pintu sebanyaksebanyak,Rp 2,9 juta.

Hal ini sebagai pertanda, Muh. Syukur banyak bohong, terutama membohongi kata hati nuraninya sendiri.

Hal ini dapat tergambarkan dengan jelas pula, ketika dikonfirmasi oleh rekan wartawan dan LSM di ruang kerjanya belum lama ini, Muh. Syukur mengakui, adanya mark-up anggaran di dalamnya.

“Terkait masalah itu kita saja mengerti karena ada yang kesana kesinikesini,” katanya.

Karena anggaran atau biaya perpintu diakui oleh tukang las hanya satu juta lebih dan dimark-upnya hampir 3 juta, maka katakanlah 1 juta 500 ribu perpintu dan jendela, maka terhitung ada mark-up yang dilakukannya, sekitar kurang lebih, 50 an juta rupaiah.

Muh. Syukur disinyalir sangat tertutup dalam pengelolaan keuangan pengadaan besi pintu pengaman tersebut, sehingga jangankan rekan guru yang tahu tentang besar dana persatu pintu, sedangkan Wayan Sujati yang saat itu bendahara, mengaku tidak tahu menahu.

“Terkait besar harga perpintu saya tidak tahu kecuali pak Syukur yang mengetahui semua karena dia sendiri berurusan langsung sama bengkel tukang lasnya pak,” ujar Wayan Sujati Ke Media ini, lewat WAnya. 9 September 2018.

Indikasi kuat adanya mark-up anggaran yang dia lakukan, dapat tergambarkan dengan lebih jelas lagi, seiring adanya komentar salah satu oknum yang juga bengkel las, bahwa dalam satu pintu paling tinggi 500 ribu rupiah.

“Kalau disini pak, buatan besi pengaman pintu dalam satu unit paling tinggi 500 ribu atau kalau pakai besi plat itu baru dikenakan biaya 600 ribu,”.terangnya ke Media ini, saat dimintai keterangan biaya tersebut, Senin, 10 September 2018.

 

Pos terkait