Ketum GP Ansor
Ketua Umum GP Ansor (foto: istimewa)

JAKARTA, AMUNISINEWWS.COM- Celotehan terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbuah kisruh lagi.  Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor geram atas ancam terdakwa yang akan memeroses secara hukum Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin terkait dugaan telah memberikan keterangan palsu dalam persidangan..

Bahkan GP Ansor mengaku tidak akan tinggal diam terkait ancaman tersebut. “Dengan ini menyatakan siap mendampingi dan membela Kiai Ma’ruf Amin, sebagai pimpinan tertinggi kami, secara lahir dan batin dalam koridor hukum dan menyerukan kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk siaga satu komando,” tegas Ketum GP Ansor KH Yaqut Cholil Qoumas lewat keterangannya, Rabu (1/2).

Gus Tutut sapaan akrab KH Yaqut mengatakan bahwa KH. Ma’ruf Amin adalah Rais Aam PBNU sekaligus juga pimpinan tertinggi dalam jam’iyah NU.

“Dalam sidang kasus penistaan agama dengan Terdakwa Basuki Tjahja Purnama, KH. Ma’ruf Amin dihadirkan ke persidangan untuk memberikan Keterangan Ahli ( Pasal 1.28 jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 186 KUHAP),” ucap Gus Tutut.Ma’ruf Amin dalam hal ini, lanjut Gus Tutut berdasarkan kompetensinya sebagai ahli hukum islam maupun kapasitasnya sebagai Rais Aam Syuriah PBNU.

“Sebagai pimpinan tertinggi sekaligus yang memberikan arah gerak hukum (Islam) dalam tubuh NU, maupun sebagai Ketua Umum MUI, merupakan seseorang yang ahli dalam hal agama, dan sudah tepat untuk dihadirkan ke persidangan untuk dimintai sebagai Keterangan Ahli dalam hal kasus penistaan agama (Islam),” ucapnya.

“Jadi, Keterangan yang diberikan oleh KH. Ma’ruf Amin, berdasarkan pengamatan kami, sudah sesuai dengan kompetensi maupun kapasitasnya sebagai Ahli Agama Islam, baik sebagai Fuqaha, Rais ‘Aam PBNU maupun sebagai Ketua Umum MUI,” tambah Gus Tutut.

Oleh karena itu, GP Ansor menyayangkan sikap perilaku maupun kata-kata dari terdakwa Ahok maupun Tim Pengacaranya, dengan alih-alih menolak Keterangan Kyai Ma’ruf Amin sebagai Ahli justru memelintir situasi dan seolah-olah menempatkan Kiai Ma’ruf sebagai Terdakwa. “Cecaran-cecaran pertanyaan maupun tuduhan serta kata-kata kasar yang ditujukan kepada Kiai Ma’ruf Amin lebih merupakan sikap yang menonontonkan Argumentum Ad Hominem – atau menyerang pribadi Kyai Ma’ruf daripada mematahkan argumen yang terkait keahlian beliau,” tutup Gus Tutut.(bb/budi).

Editor: hendra usmaya

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *