ARB Desak PJ Walikota Bekasi Mundur Dari Jabatannya

  • Whatsapp

Oleh Casban

BEKASI, AMUNISINEWS.CO.ID – Program PPDB online kota Bekasi tahun 2018 ini telah menyisakan luka yang amat mendalam bagi masyarakat Kota Bekasi khususnya siswa dan orang tua siswa lulusan SD yang akan melanjutkan ke SMP.

Akibat ulah oknum pelaksana sistem yang bejat dan abnormal menjadikan sistem yang sangat bagus ini malah membunuh banyak masyarakat penggunanya sendiri.

Yang lebih miris lagi ketika Kota Bekasi yang memiliki seorang pemimpin sementara (PJ Walikota) sangat tidak pro rakyat dan tidak memiliki kepedulian terhadap rakyatnya mengakibatkan banyak rakyat yang menjadi korban atas sistem PPDB online ini.

“Kami sangat menyesalkan dan mengutuk keras seorang PJ walikota yang telah menolak inisiatif permohonan seorang kepala dinas pendidikan kota bekasi untuk menambah kebijakan berupa Rombongan Belajar (Rombel) guna menjadikan solusi kepada mereka yang belum mendapatkan bangku sekolah dan karena itu pula kami Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) melakukan aksi turun ke jalan untuk menuntut seorang PJ Walikota Bekasi mundur dari jabatannya karena terbukti jelas telah sengaja membunuh masa depan dan cita – cita putra – putri bangsa,” Kecam M. Latif, Sabtu (21/7/2018).

“Kami rasa aksi kami kemarin memang tidak dianggap oleh PJ walikota yang memang tidak memiliki hati nurani dengan menjawab aksi kami tidak ada hubungannya dengan dia (PJ Walikota), kini kamipun lagi-lagi tak akan kenal diam melihat gaya kepemimpinan PJ Walikota Bekasi yang bertangan besi dan tidak manusiawi ini,” tegasnya.

“Karena itu dalam waktu dekat ini kami akan lakukan audiensi ke DPRD selaku Wakil rakyat untuk segera memanggil PJ Walikota yang tidak becus bekerja serta tidak manusiawi ini untuk bertanggung jawab atas sikap apatisnya,” katanya.

Aliansi Rakyat Bekasi, katanya,  akan segera melakukan aksi turun ke jalan kembali untuk menggiring masyarakat baik siswa maupun orang tua siswa yang terbukti belum melanjutkan pendidikan akibat sistem PPDB yang lemah dan oknum pejabat Bekasi khususnya PJ Walikota yang sangat tidak memiliki kepedulian, bertangan besi, apatisme sosialis dan tidak memiliki hati nurani, karenanya lah banyak generasi kota bekasi  kehilangan masa depan mereka.

ARB mengancam akan menggunakan gedung Walikota Bekasi menjadi sekolah untuk kegiatan belajar mengajar bagi masyarakat yang tidak merasakan jenjang ilmu pendidikan.

“Gedung itu milik kami, milik rakyat dan kami akan menuntut seorang PJ Walikota Bekasi untuk mundur dari jabatannya dan hengkang dari Kota Bekasi ini yang telah porak poranda akibat sistem kepemimpinannya yang tak manusiawi dan tak berhati nurani, hanya itu jawabannya yang menjadikan tuntutan  kami,” tegasnya.

 

 

Pos terkait