As’ad Said: Ganggu Pelantikan Presiden Berarti Langar Konsitusi

Oleh Budi Setiawan

JAKARTA,AMUNISINEWS.CO.ID-Mahasiswa melakukan demo di beberapa daerah dan di gedung DPR. RI, sayang demo yang tulus itu menjadi ricuh. Dianalisa ada penumpang gelap yang dompleng dengan terget mengagalkan pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019.

“Jelas ada yang nunggangi, tapi mereka akan sia sia, biar anjing mengonggong kafilah tetap berlalu,” penegasan ini disampaikan KH. As’ad Said Ali, mantan wakil Ketua PBNU dan mantan wakil Badan Inteljen Negara (BIN).

Menurutnya, proses pemilihan presiden sudah selesai dengan prosedur demokrasi yang baik dan hasilnya dijamin konstitusi, MPR tetap akan melantik presiden pada, tanggal 20 Oktober2019. Bila ada pihah-pihak yang ganggu pelantikan presiden berarti melanggar konstutusi dan harus diwaspadai oleh pihak keamanan.

“Presiden dipilih mayoritas rakyat harus dihormati sesuai undang-undang, tetapi untuk kritikan diperlukan. Kultur kita sangat kuat yang akan menepis pengaruh negatif kultur politik asing, baik dari Timur, maupun Barat. Saya lihat akal sehat tetap akan menang, siapa pun herus akui pilihan rakyat, tetapi Pemerintah harus dengarkan suara rakyat yang tulus, suara pendemo yang dibayar didengar saja tapi degan satu telinga, alias bijak. Fokus untuk kemakmuran rakyat, tidak perlu populis lagi,” tegasnya, Selasa (24/9/2019) via sellularnya.

Para pendemo menuntut penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Selain itu massa juga menolak sejumlah RUU lain seperti RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, dan UU KPK yang baru disahkan DPR dan pemerintah. RUU tersebut dianggap mengancam demokrasi di Indonesia

Lebih lanjut ditegaskan, bahwa demo juga dijamin konstitusi, harus dikelola sesuai undang-undang  dan beritika sesuai kultur bangsa Indonesia tidak distruktip. Sejauh mungkin dikanalisasi, jangan dibungkam dengan kekerasan dan jaga  seminimal mungkin jatuhnya korban.

Demo tetap ada gunanya sebagai koreksi dan introspeksi, tetap dilihat sesuai prinsip kebebasan positip,( freedom for: bebas demi kemajuan, kebenaran, keadilan, kemaslahatan), bukan kebebasan negatif kebebasan dari kelangan/ sudah tidak ada yang mengekang. Aparat keamanan harus jeli, cari pendananya agar menjadi jelas permasalahanya.

Pemerintah dan DPR sudah melakukan penundaan pengesahan RUU KUHP. Hal itu sudah terlaksana ketika Jokowi mengumumkan penundaan pengesahaan RUU tersebut pada Jumat 20 September 2019.

Hal ini disambut positif oleh partai-partai koalisi dan bahkan Gerindra juga mendukung. Alasan penundaan adalah merespons permintaan masyarakat luas atas pasal-pasal yang kontroversial.

Tuntutan mahasiswa kedua perbaikan UU KPK. Hal ini sudah di luar kontrol DPR dan Pemerintah karena sudah disahkan pada 17 September 2019. Satu-satunya peluang adalah bila mahasiswa meminta pembatalan ke MK.

Perpu Tidak Mungkin

Permintaan untuk Perppu tidak mungkin dilaksanakan mengingat tidak ada alasan darurat. Jadi saat ini bola justru di tangan mahasiswa sendiri, bukan DPR dan Presiden.

As’ad Said Ali, mengimbau kepada mahasiswa yang tengah berdemo di berbagai daerah termasuk di Kompleks Parlemen Senayan, untuk menurunkan tensinya. Karena, permintaan mereka untuk menunda pengesahan sejumlah Rancangan Undang-Undang sudah dipenuhi.

 

172 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.