Asapnya Resahkan Warga, Cerobong Peleburan Alumunium Tidak Penuhi Standar Baku Mutu

  • Whatsapp
Oleh Bambang GS
JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Sebuah pabrik peleburan alumunium yang  berlokasi di Jalan Prepedan  Dalam RT 011 RW 07 No 75 kelurahan Kamal keluarkan asap hitam saat melakukan pembakaran.

Cerobong asap yang dibuat diduga tidak penuhi standar baku mutu baik dari ketinggian ataupun standarisasi.Pabrik dengan nama CV Bintang Terang Logam tetap bebas beroperasi meskipun dikeluhkan warga sekitar.

Seperti terlihat, asap hitam yang keluar melalui celah lubang angin dari dinding pabrik menyebar ke rumah warga sehingga sangat mengganggu aktivitas warga.

Nur Hasanah salah satu warga yang rumahnya tepat di belakang pabrik sangat mengeluhkan asap yang ditimbulkan peleburan alumunium ,” Saya sangat terganggu sekali dengan polusi udara yang di timbulkan oleh pabrik peleburan alumunium sebagian warga sudah menjadi korban akibat asap ini banyak warga yang terkena penyakit pernapasan seperti paru paru, belum lagi kalau menjemur pakain semua menjadi hitam, saya mohon perhatian pemerintah untuk menindak tegas pabrik tersebut,” ujarnya kepada Amunisi.

Nur Hasanah juga mengatakan bahwa Amir Artan sebagai pemilik perusahaan pernah melakukan perjanjian di kelurahan Kamal untuk mempebaiki cerobong asap tapi masih saja asap hitam keluar dari celah dinding. Dalam perjanjian tesebut di point ke 8 Apabila cerobong tidak bisa diperbaiki maka solusinya adalah kegiatan dihentikan sementara sambil menunggu proses perbaikan.

Ketika tim Amunisi melakuan investigasi ke lokasi pabrik di tutup rapat.Tidak ada satupun karyawan yang mau buka pintu.

Kemudian kami menghubungi Pram perwakilan dari Lingkungan Hidup Jakarta Barat untuk melakukan peninjauan. Setelah melakukan verivikasi lapangan Pram mewajibkan kepada pemilik pabrik untuk mengukur  emisi cerobong dan udara sekitarnya. Serta membuat dinding penyekat pada seKeliling  tungku  pembakaran  sebanyak dua buah dan membuat TPS limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) semua harus selesai akhir november 2019. Pram juga menjelaskan jika tigal hal tetsebut tidak di lakukan akan mengambil tindakan tegas berupa sanksi Administrasi Paksaan.

Pencemaran asap dari CV. Bintang Terang Logam itu dikategorikan sebagai Bakteri TOKSIK dan KORSINOGENIK yang dapat mematikan manusia.

Pabrik yang beroperasi di zonasi pemukiman ini di duga tidak memiliki perijinan dan melanggar Undang Undang Republik Indonesia No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *