Pasar Malolo Diduga Dibongkar Paksa Tanpa Koordinasi, Kades Ko’mara Dinilai Sewenang Wenang

  • Whatsapp

Oleh tim

TAKALAR,AMUNISINEWS.CO.ID – Sosok kepala desa, adalah sosok pemerintahan setempat yang menjadi sandaran pelindung terhadap warganya, untuk menuju ke kehidupan yang lebih sejahtera aman dan sentosa.

Oleh karenanya sosok pemerintah setempat wajib senantiasa mengedepankan kepentingan warganya, untuk selalu merasa terlindungi dalam menikmati kemerdekaan hidupnya, dalam berkehidupan aman sejahtera dan sentosa.

Namun terkadang juga ada sosok Kades yang bertndak selaku pemerintah setempat, malah justru berlaku sikap kejam terhadap warganya, dengan menggunakan kekuasaannya tanpa pamri bertindak semena mena, menindas warganya.

Mungkin seperti itulah sikap kepemimpinan yang dinilai kurang terpuji disinyalir dilakukan oleh Kades Ko’mara Kec. Polongbangkeng Utara Kab. Takalar Sulsel, Hj. Mardiana Bebo, sehingga dinilai bertindak sewenang wenang, membongkar pasar Mallo diduga tanpa ada koordinasi lebih awal.

Betapa tidak, pasar yang letaknya tidak jauh dari rumah kepala desa dan merupakan tempat transaksi jual beli kebutuhan masyarakat yang selama ini membuat nyaman bagi warganya, justeru dibongkar paksa oleh segelintr orang, dengan mengatas namakan perintah kepala desa.

Kepala pasar dalam keterangannya yang dikirim lewat facebook kepada Media ini mengakui, kalau pasar dibongkar oleh orang suruhannya Ibu kepala desa Ko,mara.

Kasus pembongkaran pasar menurut dg. Ngimba, sudah dipertanyakan ke Ibu kepala desa, tetapi jawabannya dia diperintahkan oleh staf aset daerah badan keuangan kabupaten takalar, namun saat dg Ngimba ingin tau nama dari asset itu, kepala desa berkilah lupa namanya, mengakunya hanya diperintah lewat telepon.

Tetapi ketika dg. Ngimba minta nomor ponsel, kepala desa, lagi lagi enggan menyerahkan dan justeru nomor ponsel dg Ngimba diblokir kepala desa.

Atas tindakan sewenang wenang kepala desa, saat ini membuat para pedagang penhuni pasar kebingungan untuk berjualan mencari nafkah kata dg Ngimba.

Persoalannya, sekalipun orang suruhan kepala desa itu mengarahkan warga pasar ke lokasi lain, namun warga pedagang pasar tersebut, menganggapnya letaknya cukup kejauhan.

Pembongkara pasar kata kepala pasar, sama sekali tidak pernah dikordinasikan dengannya, dan begitu juga dengan Dinas perdagangan.

Memurut dg Ngimba, dia pernah memberikan saran, agar pasar sementara tidak jauh dari pasar lama, tetapi sarannya diabaikan oleh kepala desa, dengan dalih tidak ada warga masyarakat yang relah tanahnya digunakan untuk pasar sementara.

Namun setelah dg Ngimba menemui beberapa pemilik tanah, ternyata kepala desa hanya akal akalan, sebab beberapa warga yang sempat ditemuinya, merelahkan tanahnya untuk ditempati pasar sementar

Atas kejadian tersebut, dg Ngiba menilai, bahwa kepala desa memiliki sifat  sombong dan arogansi.

Betapa tidak, sebagai penanggung jawab pasar, sesungguhya bisa dihargai tetapi kenyataannya jauh panggang dari api, bahkan yang terlihat hanya kesewenang wenangan.

Perbuatan dan tindakan kepala desa ko’mara kata dg Ngimba, tidak tertutup kemungkinan imbasnya akan lebih buruk di masyarakat.

Kepala desa Ko’mara, Hj. Mardiana bebo yang berusaha ingin dikonfirmasi oleh Tim rekan Media, baik langsung maupun melalui ponselnya, namun tidak berhasil.

 

 

Pos terkait