Apakah Dana Perawatan Rumah Dinas Mantan Pejabat DPRD DKI Jakarta Masih Berjalan?

  • Whatsapp

Oleh Budi Setiawan

JAKARTA,AMUNISINEWS.CO.ID Rumah dinas mantan eks pimpinan DPRD DKI Jakarta di Jl Pejaten Barat Raya RT.010/Rw 02 kelurahan, Pasar Minggu, Kecamatan  Pasar Minggu, Jakarta-Selatan, kondisinya kini sangat memprihatinkan.

 

Rumah berharga miliaran rupiah itu kini dijadikan kandang sapi setiap tahun jelang harai Raya Idul Adha. Timbul pertanyaan warga, kemanakah Badan Pengelola Aset pemda DKI?.

Justin Adrian, S.H.,M.H,Anggota DPRD DKI yang duduk di komisi D dari Partai PSI angkat bicara kepada jurnalis,amunisinews.co.id Senin,(20/7/20).

Juctin Adrian menegaskan,ini tentunya salah satu yang sangat disayangkan karena semestinya namanya aset harus dapat dikelola dengan baik.

“Kalau di swasta tentunya,semua aset pastinya dikelola dengan baik dan diberdayakan,kalau aset diam ini berarti uang keluar untuk perawatanya,uang PBB nya dan lain sebagainya,”pungkasnya.

“Saya kira tentunya disini Pemprov DKI  harus lebih kereatif dalam mengelola aset sehingga bisa mendatangkan keuntungan dan pemasukan PAD.Mungkin ada birokrasi-birokrasi tertentu, yang harus ditempuh dalam rangka pemberdayaan aset ini(Rumah dinas red) tetapi, kalau hanya dibiarkan saja ini sepertinya tidak bertanggungjawab terhadap kontribusi pajak yang sudah diberikan oleh masyarakat,”tegasnya.

Saat disinggung apakah memang tidak ada anggaran dari dana APBD untuk alokasi perbaikan rumah dinas tersebut? Atau memang sengaja dibiarkan saja rumah dinas pejabat DPRD DKI?

Justin Adrian menegaskan dengan nada geram tentunya, dia dari Fraksi Partai PSI sendiri justru tahun ini ingin menginterivisasi aset-aset miliki Pemprov

Terutama untuk tanah-tanah yang sudah dibebaskan selama ini paling tidak lima tahun terakhir karena uangnya cukup banyak.uang telah digunakan untuk konvensasi lahan,samapai sekarang ini kita juga belum akurat menerima laporan penguna lahan tersebut.jangan sampai kalau kita pembebasan lahan menambah aset,” ujarnya.

Tentunya rumah dinas mantan eks pimpinan DPRD DKI pada periode yang lalu ini, katanya, menjadi perhatian Partai PSI oleh karena itu interiventaris aset dan pengelolaan aset kedepannya betul-betul harus diperhatikan juga.

Harapanya Gubernur DKI kita harus lebih kereatif tidak hanya mengumpulkan APBD DKI dari pengeluaran Restribusi Pajak dari masyarakat saja akan tetapi memaksimalakan aset-aset yang telah dimiliki.

Ditempat terpisah Wahyu Widodo,S.H  Kordinator Nasional Penelitian dan Pengembangan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Aliansi Indonesia, Ketika, dihubungi berpendapat, dia amat sangat prihatin dengan terbengkalainya  rumah dinas Pimpinan DPRD pada masa periode yang sudah puluhan tahun lalu,dan terkesan tidak pantas untuk dilihat dan bila perlu adanya revitalisasi pembangunan menjadi Vasum, seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).dan lahan penghijauan atau Perpustakan agar bermanfaat untuk warga masyarakat.

“Dan saya berharap,adanya  perhatian khusus dari pemerintah daerah terutama kepada Gubernur DKI Jakarta,”tegas Wahyu.

Salah satu masyarakat saat dimintai komentarnya sangat menyayangkan rumah dinas yang pernah ditempati para pimpinan DPRD DKIi yang sudah lama ini sampai sekarang rumah tersebut hancur dan tidak terawat dan bahkan pernah ada wacana dahulu akan di bangun rumah sakit RSUD Pasar minggu di kawasan rymah dinas yang terbengkala tetapi tidak jadi dikarenakan untuk penampungan limbah tidak ada kalau untuk dijadikan rumahsakit untuk lahan sudah cukup luas,”tegas salah satu masyarakat.

Ditegaskan kembali,ada juga rencana untuk dijadikan usaha kuliner yang masuk dalam UMKM dan sampai sekarang belum juga terlakasanakan,dan salah satu masyarakat juga menduga untuk biaya perawatan rumah dinas pimpinan ada 3 rumah yang cukup besar dan dua rumah diisi oleh pejabat setingkat eselon satu.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *