Bali Kei Festival 2019 Dukung Destinasi Wisata

  • Whatsapp

Oleh Jecko Poetnaroeboen

LANGGUR, AMUNISINEWS.CO.ID – Perayaan Bali Kei yang diselenggarakan pada tahun 2019 merupakan salah satu program tahunan dan Festival ini sendiri bertujuan untuk mendukung serta mendorong Destinasi Pariwisata kedua Daerah yakni meliputi Kota Tual dan Kepulawan Kei sehingga mampu menyedot perhatian publik baik itu Wisatawan Asing maupun Wisatawan mancanegara.

Bali Kei festival bukan sebuah Iven tapi melainkan sebuah program tahunan yang kita desain untuk mencoba membantu Pemerintah daerah dalam membangun Industri Pariwisatnya.

Hal ini dikatakan oleh, Andi Erik Manuhutu kepada media Amunisinews, Sabtu (31/19), ditemuinya pada saat konferensi pers bersama seluruh awak media yang diselenggarakan di Kim caffe ohoijang.

Andi Erik Manuhutu, mengatakan, bahwa Industri pariwisata itu sendiri guna untuk mebangun Ekosistem dari sebuah Destinasi Pariwisata, dan kami memilih Kepulawan Kei karena Kepulauan Kei memiliki potensi Pariwisata yang begitu besar dalam berbagai hal Industri Pariwisata.

Untuk itu, Manuhutu, menyebutkan Bali Kei bukan berarti kami mau memisahkan antara Kota Tual dan Kepulawan Kei tapi bagi kami Kei adalah keseluruhan yang terdiri dari 132 pulau dan memiliki potensi yang begitu besar karena letak Geografis yang begitu baik karena cukup dekat dengan Marketing Nasoinal kami adalah Australia.

Manuhutu menambahkan, bahwa kita sanggat berharap pada tahun – tahun mendatang kirahnya ada perhatian sirius dari Pemerintah kedua Daerah dan tidak lama lagi ada hubungan transportasi Penerbangan udara atau transportasi laut maritim dari Australia dengan Maluku langsung.

Lebih lanjut, Manuhutu menyampaikan, bahwa Nama dari Bali Kei ini sendiri kami ambil karena Kei ada segi Historisnya atau sejarah yang di mana memiliki Hunbungan yang sanggat Erat dalam hal Antropoligal, Antropologi dan Histroligal yang dimana Kendedes dan Kenarok semuanya melarikan diri sampe ke Kepulawan Kei dan kemudian salah satu keterunan Wanitanya adalah Nen Dit Sakmas yang pertama kalinya mencetuskan Hukum Adat ini, seperti yang kita semua kenal dengan Hukum Larvul Ngabal.

Selain itu, program Bali Kei yang di laksanakan pada tahun ini di meriahkan oleh Viktor Yoseph (Internasional Relation), Lala Suwages (Artis) dan Joice Liew (Marketing Communications).

Manuhutu menambahkan, memilih Kepulawan Kei sebagai tempat di mana untuk pihaknya mencoba bagaimana membantu Pemerintah daerah dalam membangun Industri Pariwisata.

Oleh karena itu, pada saat kita survei di tahun 2015 kita melihat bahwa Infrastruktur yang sudah ada Kepulawan Kei sudah cukup mendukung misalnya ada pelabuhan Kontener di Kota Tual dan Infrastruktur jalan yang sudah dibangun dan mungkin terkait dengan insfratruktur lampu – lampu jalan yang perlu untuk dibenahi lagi, tetapi yang paling utama adalah dengan tersedianya Pelabuhan Kontener di Kota Tual, Itu berarti kami bisa datangkan alat – alat modern kita dari surabaya menuju ke Pulahuhan Yosudarso Tual.

Bali Kei adalah sebuah Program tahunan yang menggabungkan kedua Industri yakni Industri Kreatif dan Industri Olagraga Tantangan. Industri Kreatif yang kami lakukan pada Tahun 2017 adalah Musik Ekspo kemudian Industri olahraga tantangan yang kita mulai adalah Industri Cros Intoleran itu jauh lebih menantang dari pada lari maraton itu ada 5 kilo, 10 kilo dan 24 kilo dan kemudian setiap tahun kami slalu mau untuk menambahkan satu konten didalam setiap industri.

Agenda tahun ini di samping musik ekspo kami tabahkan juga Spain Scalien Kuliner ekspo yang di mana makanan – makanan yang digunakan dari rempah – rempah dari maluku dan itu semuanya dipimpin dari seorang pemimpin dari malaysia yang bernama Huiiki yang selama ini telah melakukan pelatihan bersama ibu – ibu asal Ohoi Debut dan Ohoi Ohoililir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *