Banding Selpiana Prihartini Ditolak Pengadilan Tinggi Babel

  • Whatsapp

Oleh ; Julianto

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS – Nasib terpidana korupsi Selpiana Prihartini semakin terpuruk setelah upaya Banding nya kepada Pengadilan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung ditolak majelis hakim yang diketuai Dr. Nur Aslam Bustaman.

Adapun putusan yang dibacakan pada tanggal 6 April 2018 menyatakan memperkuat putusan yang diketuk palu majelis hakim PN Tipikor kota Pangkalpinang.

Yakni putusan 7 tahun penjara. Bendahara DPPKAD Kabupaten Bangka itu diharuskan membayar kerugian Negara Rp 1.201.500.000 dengan subsider penjara 3 tahun. Dia juga diharuskan membayar denda senilai Rp 50 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Intinya memperkuat putusan majelis hakim PN Tipikor,” kata Humas Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, M Aksir kemarin sore.

Sementara itu dalam persidangan beberapa rekan Selpi sesama PNS di DPPKAD Kabupaten Bangka sempat diseret agar bertanggung jawab atas terjadinya korupsi ini. Di antaranya yang santer disebut-sebut yakni tim verifikasi: dr Susilowati, Syaifudin, Kesuma Ningrat dan Kurniati Akbari. Serta yang kerap disebut-sebut pihak yang menikmati aliran uang korupsi ini yakni Muhammad Istori senilai Rp 10 juta. “Kita sudah pegang ada transfer pada Muhammad Istori yang juga ponakan dari Bupati Bangka,” sebut penasehat hukum Jaelani.

“Kenapa begitu gampangnya si terdakwa mencairkan uang. Apakah betul ada dinikmati oleh bupati atau dia menjual nama bupati untuk kepentingan pribadinya,” beber Jaelani lagi waktu itu.

Pos terkait