Bendahara Tidak Difungsikan, Kepsek SDN 16 Sayoang Dinilai Pelit Berbagi

  • Whatsapp

Oleh : Hamzahr Siriwa

TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID – Kinerja Kepsek SDN 16 Sayoang Kel. Pa’bundukang  Kec.Polongbangkeng Selatan Kab.Takalar Sulsel, Nursyamsi S.Pd dinilai tidak proporsional terhadap para rekan guru dan pegawai bawahannya.

Hal itu dapat tergambarkan, selain dia tidak memfungsikan Bendahara dana BOS dan Bendahara dana pendidikan gratisnya, juga dia dinilai malas datang di sekolahnya, serta mengabaikan pembayaran iuran listrik dan air ledeng PDAM, hingga disegel.

Sehingga selain juga dia dikeluh resahkan oleh para rekan guru bawahannya, juga mendapat sortan tajam dari berbagai kalangan publik, dinilai tidak berlaku transparansi terhadap rekanan guru gurunya dalam penggunaan dana yang dikelola sendiri.

Terutama para orang tua siswa didik dan rekan guru bantu menilai Kepsek, Nursyamsi, serakah alias pelit berbagi kesejahteraan insentif guru, sehingga kedua pengelola keuangan sekolah bendahara BOS dan bendahara gratis tidak di fungsikannya.

Hal ini dapat dibuktikan, seiring dengan adanya pengakuan dari sejumlah guru bantu yang ditemui awak Media ini di ruang kerjanya Selasa, 28 Agustus 2018, dengan serentak menyampaikan keluhannya.

Sejumlah guru bantu bertutur, bahwa sikap dan kinerja Kepala sekolahnya selama kurang lebih 7 bulan kepemimpinannya di SD Sayoan ini, selain malas datang di sekolah, juga dengan tidak difungsikannya bendahara.

“Kepsek malas datang ke sekolah tidak mengfungsikan bendahara BOS dan Gratis, insentif guru PNS dan guru honorer di potong tidak utuh diberikannya, tidak melibatkan guru gurunya dalam kegiatan sekolahan seperti kegiatan pesantren kilat dan pramuka, semua dana dikelola sendiri oleh Kepsek”. Tutur para guru bantunya.

Lanjut rekan guru bantu berungkap, bahwa pencairan dana gratis triwulan pertama, Kepsek tidak melakukan rapat komite sekolah dan Dewan guru. Insentif yang diberikan pada guru bantunya hanya 100 ribu rupiah saja, padahal menurut gurunya, semestinya diberikan 225 ribu bagi guru yang memegang kelas.

Dan bahkan sangat lebih kasihan lagi, karena bagi guru honorer sekalipun memegang kelas, sama sekali tidak diberikan insentifnya.

“Pencairan dana gratis pada triwulan satu Kepsek Nursyamsi tidak melakukan rapat dan kami hanya diberikan insentif 100 ribu saja dari yang semestinya 225 ribu bagi guru yang pegang kelas. Terlebih lagi bagi guru honorer karena sepeserpun sama sekali tidak ada yang diberikannya sekalipun yang memegang kelas”. Ungkap para guru bantunya.

Lanjut ditambahkannya, bahwa contoh kerja buruk Kepsek selama 7 bulan memimpin di sekolah ini, jelas sekali kelihatan karena PDAM dan listrik sekolah di segel karena sudah 7 bulan tidak dibayarkan oleh Kepsek.

Oleh sebab itu, sejumlah rekan guru bantu dan orang tua siswa meminta kepada pemerintah khususnya di Dinas pendidikan, agar Kepsek Nursyamsi, S.Pd, segera diturunkan menjadi guru bantu atau setidaknya di pindahkan ke sekolah lain. Harapan para guru guru bantunya.

Diwaktu yang sama Kepsek, Nursyamsi S.Pd yang ingin dikonfirmasi, tidak berada di ruang kerjanya. Selasa, 28 Agustus 2018.

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait