Bentrok Antar Dua Kelompok Warga Kota Tual, Satu Unit Motor Terbakar

  • Whatsapp

Oleh  Jecko Poetnaroeboen

Foto : Korban pengrusakan ruma Gaddafi Muchksin Aziz

TUAL, AMUNISINEWS.CO.ID – Dua kelompok warga terlibat bentrok di sepanjang perempatan Wearhir jalan Dr. J. Laimena Rt 002 kelurahan Ketsoblak, Kota Tual, pada Senin (01/01/2018) malam pergantian tahun, sekitar pukul 03.00 wit.

Akibat dari bentrok itu, satu ruma warga dan satu buah unit motor matic hangus terbakar dengan No polisi B 6978 SGE atas nama kepemilikan Gaddafi Muchksin Aziz”.

Sesuai pantauan Media Amunusinews, bentrokan antar dua kelompok warga kota Tual bermula dari salah satu oknom pemudah Rt 002 Rw 001 melakukan pelemparan batu terhadap salah satu pemudah desa / ohoi taar yang melintasi jalan Dr. J. Laimena dengan mengunakan kendaraan roda dua tersebut.

Oleh karena itu, berdasarkan informasi yang diperoleh di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni terdapat kurang lebih tiga orang korban diakibatkan terkena pelemparan batu dan satu orang diantara – nya megalami satu tembakan senapan angin di bagian Perut.

Selain itu, Keempat korban yang terlibat dalam bentrok antar dua kelompok warga saat ini petugas sudah evakuasi korban untuk dirawat di RSUD Karelsaidsiutubun.

Hampir seluruh personil Polres Tual dan satuan Brimob, diturunkan untuk menghalau pergerakan masa, Pasalnya, sejak awal penyerangan hingga aparat berada ditempat kejadian, bahkan jumlah masa semakin bertambah. Bahkan masa dilengkapi dengan alat tajam berupa samurai dan senapan anggin.

Bentrok yang terjadi antar dua kelompok warga di Rt 002 / Rw 001 Kelurahan ketsoblak, dan sampai dengan hari ini keadaan sudah kondusif.

Untuk itu, sampai dengan saat inipun pihak Kepolisian dan Brimob masih terus berjaga – jaga di perempatan wearhir Rt 002 / Rt 001 kelurahan ketsoblak, dan hal ini merupakan salah satu tempat awal mulanya terjadinya konflik yang mengakibatkan sampe terjadinya pengrusakan ruma warga.

Gaddafi Muchksin Aziz, salah satu korban pengrusakan ruma serta perkakas ruma tangga berupa kursi sofa, kulkas dan prinbaet dll.

Harapan Gaddafi, bahwa semua musibah yang telah menimpah dirinya sehingga saya bisa mendapatkan perhatian sepenuhnya dari pemerintah kota Tual.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *