Berbekal ‘Jimat’ Mencuri di Masjid, Dibekuk Satgaspam Bandara

Oleh, Tama pratiwi/Yan

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID. – Modus pencurian yang memanfaatkan kondisi lengah (istirahat) calon penumpang yang sedang ibadah di Musholla maupun di Masjid merajalela. Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Internasional Juanda kembali berhasil mengamankan pelaku pencurian di Masjid At Taqwa di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Selasa (03/12/2019).

Diketahui pelaku pencurian Suwanto, warga Karangtengah RT 23 RW 07, Kec. Panggul Kab. Trenggalek. Pelaku berpura-pura sebagai pengunjung Bandara Internasional Juanda yang akan beribadah sholat subuh. Sedangkan target pelaku adalah barang bawaan penumpang yang akan melakukan perjalanan di pagi hari dan saat istirahat di halaman Masjid At Taqwa.

Suwanto mengatakan, dirinya mengaku sudah melakukan pencurian sebanyak 4 kali. Tindakan pertama ia lakukan di masjid At Taqwa pada (21/11/’19) dengan hasil curian HP merk BB. Kedua, dirinya beraksi di masjid yang sama pada tanggal (26/11/’19) dan terpantau CCTV Masjid At taqwa hingga pelaku menggagalkan aksinya. Sedang yang ketiga, pelaku berhasil mencuri uang sejumlah Rp.300 rb pada tanggal (29/11/’19). Yang terakhir kejadian di hari penangkapan.

Sebelumnya, pelaku sudah dipantau selama 7 hari sebelum hari penangkapan. Hal ini dikarenakan Mayor Laut (T) Ferry Hermawan selaku Dansatgaspam Bandara Juanda dan Mayor Laut (S) Bambang Hadi Wijaya selaku Kasatpam Lanudal Juanda sudah geram karena pelaku sudah sering melakukan tindak pidana pencurian di Bandara Internasional Juanda. Maka dari itu, anggota Dhi Pamtup segera dikerahkan untuk melaksanakan pengintaian dan penyelidikan selama 7 hari terkait laporan informasi dan hasil rekaman CCTV.

Berdasarkan keterangan Satgaspam, kronologis penangkapan dimulai dengan Pemantauan khusus terhadap obyek Masjid Ataqwa dan Mushollla T1 Bandara Int. Juanda pukul 01.00 dini hari. Selanjutnya, pukul 03.26 WIB, pelaku masuk Bandara Juanda Terminal 1 dan menuju ke Masjid At-Taqwa. Di saat bersamaan, Tim Satgaspam Bandara (Pamtup) sudah melaksanakan Pengintaian.

Kemudian pada pukul 04.06 WIB, petugas Satgaspam Bandara memantau pelaku mencari keberadaan target untuk dicuri, sempat akan mengambil barang tapi batal. Pukul 04.30 WIB, pelaku gagalkan operasinya dan tak dapatkan hasil. Melihat Nopol kendaraan pelaku yang sudah ada dalam daftar blacklist, Pamtub AL dan petugas APS segera menghentikan pelaku saat akan keluar Bandara Terminal 1 pada pukul 05.23 WIB. Akhirnya pelaku dibawa ke Kantor Sarpam Lanudal Juanda untuk dimintai keterangan dan diproses lebih lanjut.

Pasintel Satgaspam Kapten Laut (P) Budi Sriyono menyampaikan, “Jajaran Pamtup Satgaspam sudah melaksanakan pengintaian 1 minggu terkait pencurian di masjid T1 Bandara Juanda dan sekitarnya. Alhamdulilah hari ini pelaku bisa ditangkap, guna efek jera pelaku diserahkan ke Polsek Sedati untuk diproses secara hukum”, pungkasnya.

Proses lanjut dilimpahkan ke Polsek Sedati dan BB/barang bukti termasuk KTP, 2) Kartu Berobat, ATM BCA, ATM BRI, 2 Kartu Zone, STNK SUZUKI/Silver, HP, Kartu Pass Bandara (a/n ABP) yaitu korban pencurian di Masjid At Taqwa terminal 1 (29/11/’19), uang senilai Rp. 112 rb, uang koin Rp. 1500, 15 lembar mata uang asing (tidak berlaku), kunci T, Tang, Obeng, Cutter, 1 Set Kunci Busi, Dompet, Tas Pinggang/Hitam, 1 sikep (jimat), 2 Kabel tis dan SIM C a/n  Ltf (Status Pelajar- Dsn.Loncatan, Ds Mangaran, Kec. Ajung Kab Jember)

 

28 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.