Berjamur, Beras Sembako Disperindag Tak Layak Konsumsi

  • Whatsapp

oleh Tama

SIDOARJO, AMUNISI – Warga Lemah Putro Kabupaten Sidoarjo Rudy S (43) mengeluhkan bantuan paket sembako, yang diterima dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Paket sembako yang terdiri dari beras seberat 5 kg,gula 2 kg,mie instan 10 bungkus,dan minyak goreng 1liter.

Rudy didampingi wartawan menunjukan bantuan sembako beras kemasan merk ‘Ladang Subur Petani’dari Disperindag yang kondisinya memprihatinkan dan tidak layak konsumsi Rabu (20/5/20) malam

Paket sembako yang sangat tidak layak dikonsumsi (dimakan)yakni beras dengan merk kemasan “Ladang Subur Petani”kemasan 5 kg diketahui Rudy paska diterima dari Disperindag dan ketika hendak dibuka setiba di rumahnya Rabu (20/5/20)siang.

Rudy mengatakan,sembako seperti ini sangat tidak layak dan tidak manusiawi karena apa, ini kan beras untuk manusia.Ini kan bantuan sosial dari disperindag,seharusnya lebih jeli meneliti sebelum dibagikan ke masyarakat. “Kondisi ini saya ketahui setelah dirumah,saya buka dan saya bersama istri sangat terkejut,” terangnya kepada Amunisinews.

Mungkin tidak hanya saya saja,bisa jadi masih banyak yang lainnya namun tidak berani mengembalikan.Jangan hanya ini karena pengadaan,karena dikerjakan oleh rekanan atau tidak asal bagi ke warga,dan mie nya juga masa expairednya juga pendek.

‘’Beras ini tidak akan saya konsumsi, kondisi berjamur ,kotoran coklat terlihat mas didalam kemasan lo.Seperti itu apa harus dimakan,pengemis saja tidak akan memakannya. Seharusnya kan diteli juga oleh pemerintah atau oleh dinas.Itukan bantuan untuk kemanusiaan
bukan untuk hewan,’’pungkas Rudy

Kepada masyarakat saya berharap jangan diam saja kalau mendapati seperti yang saya alami mohon dikembalikan, juga harus bisa
mengkritik.Apalagi di masa pandemi Covid-19 karena semua terdampak.Kita ini manusia bukan hewan,sekali lagi saya tegaskan ,bayangkan kondisi beras seperti itu masih dibagikan. “entah disengaja atau tidak ya jangan seperti itulah dinas.Kasihan masyarakat terlebih itu juga menggunakan anggaran dari uang rakyat juga,” tutup Rudy sangat kecewa.

Adanya keluhan terkait bantuan paket sembako yang diterima warga yakni paket sembako tidak layak konsumsi ataupun belum menerima bantuan dari pemkab khususnya masih dijumpai Amunisi.

Sangat disayangkan sehingga sebagian masyarakat masih ada yang mengadu melalui medsos maupun media massa lainnya.Seharusnya entah itu dari rekanan pemkab atau bukan,tetap harus diseleksi terlebih dahulu mutu dan kualitasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *