Bos Tambang Aft Diduga Menambang di Kawasan Hutan

  • Whatsapp
Oleh Yanto

BELINYU,BABEL,AMUNISINEWS.CO.ID-Pelaku penambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sekarang memang sembarangan dan bisa dikatakan tidak ada toleransinya, apakah itu Kawasan Hutan ataupun area penggunaan lain juga dirusak terus oleh penambang, parahnya tanpa ijin dan tanpa melakukan reklamasi.

Seperti berdasarkan pantauan Amunisi News dan Deteksionline.com pada Rabu (13/09/2018) di Dusun Lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan, kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka, didapati beberapa alat berat berupa Exsavator tipe 200 kedapatan melakukan aktifitas penambangan tanpa ijin dan diduga kuat lokasi yang ditambang itu masuk dalam kawasan Hutan Produksi (HP).

Pemilik tambang diduga inisial Aft, sekaligus merangkap sebagai kolektor besar di kecamatan Belinyu kabupaten Bangka mengaku kepada media, memang benar itu tambangnya. Bukan dia saja yang melakukan penambangan di wilayah Dusun Lubuk Lesung ini, melainkan banyak juga yang lain,

“Benar, saya melakukan penambangan tapi bukan Cuma saya, tapi banyak pengusaha disitu didalam sana juga banyak yang di Hutan lindung Kalau saya itu Hutan Produksi,”ungkap Aft kepada media.

Aft juga berkilah sejak dulu tidak berani menambang di Kawasan Hutan Lindung, tetapi kalau Kawasan Hutan Produksi saya berani menambang karena tidak pernah ditangkap.

“Kalau saya dari dulu mana berani dikawasan, kami kawasan HP saja. Kalau yang diparit 5 itu sebagian dikawasan area Penggunaan Lain (APL) dan tidak pernah ditangkap,” katanya lagi.

Sementara itu pihak Inhutani Kabupaten Bangka melalui Marko selaku pengawas lapangan Inhutani bahwa pihaknya sudah melayangkan surat ke penambang dan pihak Kepolisian yakni Polsek Belinyu, sebagai bentuk langkah Kepolisian melakukan penindakkan.

Namun Masih saja pemambangan masih beroprasi. “Sudah kita lakukan berulang kali untuk menegur penambang Tapi tidak dihiraukan. Kita juga sudah memberikan surat tembusan ke Polsek Belinyu tapi sampai sekarang tidak ada penindakan,” kata Marko.

Marko menjelaskan bahwa kegiatan penambangan di ujung Dusun Lubuk Lesung merupakan kawasan Hutan Produksi ( HP ) dan juga masuk dalam kawasan Hutan Lindung ( HL )

“Kan sudah Jelas kita sudah memasang papan plang dari Inhutani tapi masih saja melakukan penambangan, “ucapnya.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini bahwa selain Afat, kegiatan penambangan tersebut juga milik beberapa pengusaha lainnya, diantaranya AV, DT,SO dan juga ada nama pengusaha perempuan inisial YS yang merupakan calon anggota dewan salah satu partai politik.

Kabag Ops Polres Bangka Kompol Sophian saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon pribadinya mengakatakan pihaknya akan melakukan pengecekkan terlebih dahulu.

Pos terkait