Bos Timah Bungkoi Segera Disidang

  • Whatsapp

IMG-20170605-WA0041
PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM — Bungkoi tersangka perkara kasus penambangan tanpa Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dari Kecamatan Muntok kabupaten Bangka Barat, rencananya pada Kamis (8/6/2017) akan mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Sungailiat.
Kepastian sidang perdana Bos timah Bungkoi alias Usuk itu didapat dari JPU Yudi Istono, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (3/6/2017)

“Iya, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Usuk alias Bungkoi akan digelar di PN Sungailiat Kamis depan,” aku Yudi Istono, Jum’at (02/06/2017) siang diruang kerjanya.
Yudi jelaskan lagi, Bungkoi didakwa dengan dakwaan alternatif.Yaitu pertama Bungkoi didakwa dengan pasal 161 UU No.4 tahun 2009 atau pasal 158 UU No.4 tahun 2009.

“Yang benar, Bungkoi didakwa dengan dakwaan alternatif.Pertama pasal 161 atau 158 UU NO.4 tahun 2009,” ungkap Yudi Istono via sms, Sabtu (3/6/2017) pagi.

Yudi paparkan bahwa mengangkut, menyimpan pasir timah tanpa IUP dijerat pasal 161 UU NO 4 tahun 2009.

” Karena asal usul pasir timah tersebut mengambil di tanah miliknya maka di alternatifkan pasal 158,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, pelimpahan tersangka Usuk alias Bungkoi, barang bukti, dan berkas perkara dugaan penambangan ilegal dari penyidik Dit Krimsus Polda Babel dan pihak JPU dari Kejati Babel akan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

Dalam hal ini, JPU tidak melakukan penahanan Rutan terhadap tersangka Usuk alias Bungkoi sama seperti Polda kepulauan Bangka Belitung yang juga tidak melakukan penahanan kepada Bos timah ini.
” Dia (Bungkoi, red) diberlakukan tahanan rumah, lantaran pelanggarannya hanya soal perizinan, dan dia itu menambang dilahan miliknya sendiri. Jadi dalam hal ini, Bungkoi didakwa pasal penambangan tanpa izin yaitu pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara,” terang Yudi.

Berdasarkan info didapat, Bungkoi merupakan pemain timah yang lama dan sudah cukup dikenal di masyarakat Muntok..(robi)

Pos terkait