BPI KPNPA RI Akan TIndaklanjuti ke Kapolri Terkait Kecelakaan Tambang Milik Rudi dan Panjul yang Belum Dilakukan Penyelidikan

Oleh  Herman Saleh

JAKARTA, AMAMUNISINEWS.CO.ID-Apabila ada laporan dari keluarga korban terkait dengan dugaan  kecelakaan kerja yang  mengakibatkan meninggal dunia dan Polisi tidak mau menanggapinya maka dari BPI KPNPA RI akan menindaklanjuti kepada Kapolri.

 

 

Ketum BPI KPNPA RI Tubagus Rahmad Sukendar SH menjelaskan saat ditemui  amunisinews.co.id dikantornya Tangerang Selatan, Saptu (18/5/2019) Pagi hari, Seharusnya wajib pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan kerja di perusahaan tambang yang mengakibatkan korban meninggal dunia  BPI KPNPA RI akan menindak lanjuti kepada Kapolri terkait dugaan bahwa Kapolsek maupun Kapolres tidak mau melakukan penyelidikan.

“Wajib bagi Polsek ataupun Polres setempat melakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan kerja di perusahaan tambang yang mengakibatkan korban meninggal dunia, kalau memang Polsek ataupun Polres tidak melakukan penyelidikan, maka kami dari BPI KPNPA RI akan menindak lanjuti kepada Kapolri,” jelas Rahmad.

Menurut BPI KPNPA RI, Untuk dapat mengungakap faktor terjadinya kecelakaan apabila ada unsur kelalaian dari pekerja itu baru namanya kecelakaan kerja dan bila memang ada unsur lainya maka wajib kepolisian menindaklanjuti nya, apalagi lokasi kecelakaan kerja itu ditambang ilegal dan didalam kawasan hutan, pasti dugaan kuat itu disengaja.

” Penyelidikan Kepolisian itu untuk mengungkapkan faktor terjadinya kecelakaan kerja itu ada unsur kelalaian atau ada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan, mengingat tambang tempat korban bekerja itu dilokasi kawasan hutan dan status tambang itu ilegal,”ungkap Rahmad lagi.

BPI KPNPA RI mengharapkan kepada keluarga korban dan Kepala Desa Teluk Limau, Parit Tiga Bangka Barat untuk membuat laporan kepada pihak berwajib secepat mungkin, untuk itu dalam waktu dekat BPI KPNPA RI akan menurunkan Tim ke Desa Teluk Limau untuk membantu dan mendampingi keluarga korban dalam melengkapi laporan kepada pihak berwajib.

” Diharapkan kepada keluarga korban untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk melakukan penyelidikan terkait benar dan tidak nya korban meninggal akibat dari kecelakaan kerja dan bukan dari akibat yang lain nya yang mungkin dari Prosedur perusahaan yang tidak melengkapi pegawai nya dalam menjaga keamanan dalam bekerja dan kami dari BPI KPNPA RI akan menurunkan Tim kelokasi TKP untuk mendampingi keluarga korban membuat laporan kepada pihak berwajib,” tegas Rahmad juga.

BPI KPNPA RI juga mencurigai ada ganjalan apa, kalau benar Polisi tidak mau melakukan penyelidikan, apakah pemilik tambang itu termasuk orang kuat, sehingga Polsek ataupun Polres belum melakukan penyelidikan dalam kasus laka kerja ditambang yang diduga milik Rudi dan Panjul itu.

” Patut kita curigai bila ada Polisi tidak mau melakukan penyelidikan ada apa dan menjadikan tanda tanya besar, apakah pemilik tambang itu orang kuat”, ujar Rahmad lagi.

Sementara itu Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Bangka Barat Mario SH  sudah memastikan bahwa sampai saat ini belum ada laporan SPDP dari pihak Kepolisian terkait laka tambang yang menyebabkan 1 korban meninggal dunia dilokasi tambang diduga milik Rudi dan Panjul di kawasan hutan Kwarsa Desa Teluk Limau, Parit Tiga, Bangka Barat.

“Infonya belum ada perkara terkait yang masuk ke kantor,”  jelas Kasi Intel, Saptu ( 18/5) melalui pesan whatsapp.

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *