BPI KPNPA RI Anugerahi Untung Arimuladi Sebagai Kajati Terbaik

  • Whatsapp

oleh : Muljono

IMG-20171002-WA0054

 

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM- Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) memberikan penghargaan berupa Anugerah BPI Award 2017 kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Setia Untung Artikulasi, SH, MHum di Hotel HS Santika Teras Kota BSD, Tangerang Selatan – Banten (27/9).

“Penghargaan diberikan sebagai salah satu Kajati terbaik yang ada di Indonesia. Penilaian ini berdasarkan atas keberhasilannya pada saat menahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Hal ini adalah salah satu prestasinya,” kata Drs. TB. Rahmad Sukendar, SH. selaku Ketua Umum BPI KPNPA RI.

Anugerah BPI Award 2017 mestinya diterimakan kepada Kajati Setia Untung Amuladi, namun karena kesibukan beliau maka penerimaannya diwakili oleh Ketua DPW BPI KPNPA RI Provinsi Jawa Barat, Yunan Buwana.

Kemudian oleh DPW BPI KPNPA RI Provinsi Jawa Barat diserahterimakan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Setia Untung Arimuladi di Gedung Kejati Jabar, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (29/09/2017), kata Yunan saat dikonfirmasi oleh awak media via telpon.

Yunan melanjutkan, banyak kinerja Kajati Jabar, Setia‎ Untung Arimuladi yang dinilai mampu membuat kondisional di Jabar berangsur kondusif. Terlebih dalam urusan mendukung program pemerintah yakni, Satuan Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

‎‎“‎Inti pointnya hasil pertemuan dengan Kajati Jabar‎ itu, dan sekaligus pisah sambut karena beliau akan menempati posisi baru diganti oleh Kajati yang baru nantinya,” kata dia.‎

Dikatakan Yunan, penghargaan bagi kepala daerah dan penyelenggara negara dengan predikat terbaik tersebut merupakan pertama kalinya digelar BPI Jabar. Seharusnya, lanjut dia, penghargaan tersebut diberikan kepada Kajati Jabar, Setia Untung Arimuladi pada acara BPI Award yang akan diselenggarakan di Hotel Santika Teras Kota BSD, Tangerang Selatan pada hari Rabu (27/09/2017).‎

‎“Namun karena kesibukan beliau jadi tidak bisa hadir. Beliau berterimakasih atas award nya dan berterimakasih atas penghargaan yang telah diberikan,” kata dia.

‎Diakui Yunan, penghargaan tersebut sengaja pihaknya selenggarakan sebagai ‎penyeimbang lantaran selama ini banyak orang menilai BPI sebagai lembaga yang hanya mengadakan survei terhadap daerah-daerah terkorup saja.

‎‎“Selain award yang memberikan penilaian terhadap daerah-daerah terkorup. Kali ini kita memberikan award untuk kepala daerah penyelenggara negara yang terbaik, jadi harus berimbang,” kata dia.

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir yakni dari bulan Agustus sampai September, kurang lebih sudah ada enam kepala daerah ataupun penyelenggara negara yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎Dengan adanya penghargaan yang diberikan pihaknya tersebut, Yunan berharap mampu memicu para kepala daerah dan juga penyelenggara negara‎ untuk memberikan kinerja yang lebih baik lagi. ‎

‎“Jadi kita harapkan jangan sampai ada kepala daerah ini yang bermain-main dengan korupsi‎,” tutup Yunan.

editor: hendra usmaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *