Bungkam Saat Diinvestigasi, Kepala SMKN 1 Jeneponto Diduga Keras Korupsi Dana BOS

  • Whatsapp

oleh Hamzah Sila

JENEPONTO, AMUNISINEWS.CO.ID – Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Abd Karim, dinilai tidak mau transparansi terkait pembelanjaan dana BOS, yang dikelolanya sebesar Rp1 Miliar, 316 Juta, 800 ribu pertahun, dari jumlah 823 orang siswa yang diakuinya

Tim LSM dan Wartawan yang sudah dua kali melakukan investigasi, mempertanyakan kejelasan RKAS dan RPD di dalam papan transpransi dana yang biasanya tergantung dan terpasang di dinding tembok, namun Abd. Karim belum bisa memberikan penjelasan terkait pembelanjaan dana BOS tersebut

Diinvestigasi Dana BOS, Kepala SMKN 1 Jeneponto Berontak Bak Preman Mabuk.

“Itu bukan ranahnya wartawan dan LSM. Tapi yang berhak hanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Inspektorat,” kata Karim kepada Tim Investigasi LSM.

Mendengar perkataan Karim itu, Tim LSM menjelaskan, bahwa justru di dalam aturan Permendikbud No.18 Tahun 2019, Kepsek dianjurkan untuk mempublikasikan tentang transpransi penggunaan dana BOS.

“Nanti saya lihat dulu Permennya baru saya bisa memperlihatkan RKAS dan RPD saya,” ucapnya sambil duduk ongkang kaki di kursi ruang kerjanya pada Jumat (7/2/2020).

Karim yang sudah bertitel Master pendidikan dan juga sekaligus Ketua MKKS SMKN 1 Jeneponto itu, dia juga dinilai tak beretika.

Pasalnya, saat dia berdiri menemui rekan gurunya untuk menanyakan berapa jumlah siswanya yang sebenarnya, Karim malah membantingkan pintu hingga mengagetkan semua orang di sekitarnya.

“Sangat disayangkan, perilaku sosok yang sudah maha guru bergelar Master pendidikan itu, jika masih ternilai buruk. Dia masih perlu dididik kembali, untuk pengenalan moral dan akhlak dalam beretika, sebagaimana etisnya pelayan rakyat yang seharusnya mulia berlaku profesional, terhadap masyarakat luas,” ungkap salah satu Tim Invetigasi LSM tersebut kepada media ini.

Karim mungkin mengira Tim LSM dan wartawan yang meng-investigasinya saat itu, adalah rekan LSM dan wartawan yang bermental kerupuk, sehingga dia berlaku bak preman mabuk, berakting menutup keras pintu ruang kerjanya. Padahal kelakuan pejabat brengsek seperti itu, rekan lembaga kontrol sudah lumrah baginya

Karim juga dinilai salah kaprah, menganggap, bahwa rekan wartawan dan LSM hanya datang mempertanyakan kekurangan yang ada di sekolah bukannya mempertanyakan keberhasilan atau prestasi yang pernah diraihnya untuk dipublikasikan terbaca oleh banyak orang.

Karim tidak pahami, kalau kedatangan rekan lembaga kontrol sosial PERS dan LSM justru mencari kebenaran kinerja pada pejabat siapa saja dan di Instansi mana saja dan jika ada yang anggap terjadi suatu kekeliruan ataupun kesalahan oleh pejabat dimaksud, maka rekan wartawan dan LSM sebagai mitra pemerintah yang berkedudukan sebagai pilar ke 4 boleh mengingatkan.

Hingga berita ini dipublikasikan, Karim yang ditantang transparansi terkait pembelanjaan dana BOS yang dikelolahnya, sampai sekarang dia belum bisa menjelaskannya, sehingga Tim Investigasi LSM menduga Kepsek SMKN 1 Jeneponto diduga keras melakukan korupsi.

“Tim Investigasi sudah mengumpulkan data data, dalam waktu dekat ini kami akan membawa ke KPK,” pungkas salah satu Tim Investigasi LSM tersebut.

(Hamzah Sila)

Pos terkait