Bupati Bangka: Gubernur Babel Harus Ambil Kebijakan Terkait Petisinya Yang Disepelekan  Pengusaha KIP

oleh Herman S

SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.CO.ID- Bupati Bangka Mulkan SH MH meminta kepada Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr.Erzaldi R J untuk mengambil kebijakan terkait Petisinya yang disepelekan  oleh pengusaha tambang yang masih beraktivitas hingga sekarang di Perairan  Pantai Rebo kecamatan Sungailiat kabupaten Bangka.

 

Hal itu diterangkan Bupati Bangka Mulkan kepada deteksionoine.com, Sabtu (14/9/2019) pagi hari.

Mulkan meminta Gubernur Babel untuk secepatnya mengambil kebijakan, demi tercapainya kawasan ekonomi khusus ( KEK) di kabupaten Bangka.

“Pemkab Bangka sudah mengirimkan petisi ke gubernur silakan gubernur untuk mengambil langkah-langkah atas petisi itu karena secara kewenangan pertambangan ada diprovinsi”, terang Mulkan melalui pesan whats app yang diterima redaksi deteksionline.com, Sabtu (14/9) pagi hari.

Sebelumnya diketahui, Bupati Bangka Mulkan sudah mengeluarkan surat Petisi yang di tujukan kepada Gubernur Bangka Belitung , tertanggal 30 agustus 2019 . Yang tertuang dalam surat dengan :  Nomor 532.42/4173/DINPERKAN/II/2019. Dengan lampiran : 1 (satu) berkas , perihal : Petisi Penolakan (KIP) Kapal isap Produksi yang beroperasi di Pantai Rebo kecamatan Sungailiat kabupaten Bangka.

Isi Petisi itu adalah;
Menindaklanjuti Surat dari Himpunan Nelayan Desa Rebo Kecamatan SungaiLiat tanggal 22 Juli 2019 perihal surat Pengaduan terkait KIP (Kapal Isap Produksi) di Perairan Laut Desa Rebo dan Surat dari Himpunan Nelayan Desa Rebo tanggal 25 Juli 2019 tentang petisi penolakan KIP (Kapal Isap Produksi) di Perairan Laut Desa Rebo Kecamatan SungaiLiat dapat kami sampaikan sebagai berikut :

1. Masyarakat Desa Rebo mengusulkan perairan wilayah perikanan tangkap di daerah tersebut tidak dimanfaatkan untuk Kapal Isap Produksi (KIP) walaupun telah ditetapkan sebagai wilayah operasional penambangan.

2. Bahwa kawasan Pantai Rebo dan sekitarnya untuk KEK dan Pariwisata,sehingga akan mempengaruhi pentahapan usulan objek wisata.

3. Perairan Rebo diharapkan saat ini dalam status *quo* , sehingga dibebaskan sementara dari aktifitas penambangan (KIP) dan kapal lainnya sambil menunggu aturan RZWP3K diberlakukan atau disahkan.

Adanya penolakan dari masyarakat Desa Rebo karena kegiatan Kapal Isap Produksi (KIP) tersebut mengganggu aktivitas penangkapan ikan nelayan Desa Rebo.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas dimohon kiranya daerah tersebut tidak dilakukan kegiatan Operasional Penambangan Tinah oleh KIP (Kapal Isap Produksi ).

Demikian disampaikan untuk menjadi pertimbangan lebih lanjut, terimakasih.

Yang di tanda tangan Bupati Bangka Mulkan SH. MH.

Pantauan awak media di lokasi, Jumat (13/9/2019) pukul 16:00 Wib , 2 unit KIP (Kapal Isap Produksi) maaih  beraktivitas di perairan Pantai Rebo kecamatan sungailiat Bangka, seolah olah Petisi Bupati Bangka itu tidak ada artinya bagi pengusaha KIP.

Sementara, pihak PT Timah yang mempunyai IUP Pertambangan dikawasan Pantai Rebo dan sekitarnya, sampai berita ini ditayangkan, belum menjawab konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan whats app kepada Humas PT Timah Anggi Siahaan, Jum’at sore ( 13/9).

110 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hilangkan Dokumen Penting J&T Dinilai Langgar UU Perlindungan Konsumen

Sab Sep 14 , 2019
by Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-J&T is suspected of losing documents or land certificates belonging to Wytie (51) in the name of Asteria (Wife of Wytie). On Friday (09/13/2019) Whyte came to the J&T Head Office in the Landmark Building Jakarta to ask for the responsibility of the J&T who lost his […]