Buruknya Pelayanan BPN Kabupaten Bekasi diduga Rugikan Masyarakat

  • Whatsapp

Oleh : Rukmana Fadli

BEKASI, AMUNISINEWS.CO.ID –  Mengurus surat tanah atau konversi dari Akta Jual Beli (AJB) ke Sertifikat Hak Milik (SHM) di Kabupaten Bekasi cukup melelahkan.

Rudi (45) hampir putus asa mengurus konversi AJB ke SHM,hal ini karena buruknya pelayanan di BPN Bekasi, sistim pelayanan di BPN Kab. Bekasi sungguh tidak melayani dengan baik masyarakat, Masyarakat hanya dibuat bingung oleh para pegawai BPN, tidak adanya pelayanan informasi yang mendetail membuat masyarakat bolak-balik untuk melengkapi surat-surat atau berkas yang akan diajukan, paparnya pada amunisinew.co.id

Menurutnya “saya sudah lima kali ke BPN ini,tapi informasi yang saya peroleh dari pegawai disini tidak detail, dan informasi atau arahan dari BPN ini pun tidak akan diperoleh jika saya tidak rewel” ungkap Rudi yang mengaku sedang mengurus konversi surat tanah milik mertuanya pada Rabu (07/11/18)

Tambahnya “orang awam seperti saya disuruh menunjukkan titik kordinat tanah, tidak hanya itu, saya juga disuruh membuat peta lokasi, tentu ini sangat membibgungkan saya, bukankah itu tugas BPN di bagian pengukuran,ungkap Rudi sambil mengerutkan keningya.

Seharusnya ada konsultan khusus yang melayani masyarakat terkait kelengkapan pemberkasan yang akan diajukan dikonversi atau lainnya, sehingga masyarakat tidak seperti dipimpong dan tidak dirugikan.

BPN Kab Bekasi harus segera menerapkan sistim pelayanan terpadu,sehingga pelayanan tidak semrawut seperti layaknya pasar induk.

Sistem pelayanan di BPN Kab Bekasi saat ini diduga hanya menguntungkan biro jasa atau notaris,hanya notaris-notaris,.lah yang bisa dengan leluasa berkomunikasi dengan para pegawai BPN bagian penerimaan berkas dan bahkan para pejabatnya, pemkab Bekasi harus segera berkoordinasi dengan BPN RI guna membenahi pelayanan BPN Bekasi

 

Pos terkait