Corona Tidak Membungkam Kehidupan Berdemokrasi

  • Whatsapp

Oleh Jecko Poetnaroeboen

LANGGUR, AMUNISINEWS.CO.ID – Indonesia saat ini dihadapkan pada situasi dan kondisi yang mana semua orang sibuk mengemis dalam tangis untuk bisa mempertahankan kehidupan-nya.

“Persoalan besar yang kita hadapi saat ini adalah dengan munculnya satu kasus baru yang telah mengglobal hingga tingkat dunia, Pandemi Covid-19 atau familiar dengan Corona Virus,” kata Mario Tauwurutubun lewat pesan whatsapp kepada media Amunisinews, Jumat (8/5/2020).

Untuk itu, di tengah – tengah tantangan virus corona (Covid-19) dengan penyebaran yang begitu cepat, tentunya kasus ini telah mengancam berbagai sector kehidupan sampai tingkat keagamaan pun harus dionlinekan karena hasil itu dapat dinilai dari sebuah kebijakan yang salah tembak atau tidak sesuai dengan sasarannya.

Mario Tauwurutubun mengatakan, bahwa kehidupan dalam demokrasi tidak bisa dibungkam oleh seribu alasan. Corona virus bukan sebagai alasan untuk mamatikan demokrasi, dalam hal ini untuk selalu hadir dalam mengkritisi segala kebijakan yang ditetapkan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah. Ujar Mario

“kenapa Mahasiswa Maluku Tenggara sampai saat ini belum mendapat jawaban yang kongrit dari Pemerintah Daerah terkait permohonan bantuan sosial untuk Mahasiswa perantauan. Karena sampai detik saya menulis ini pun belum mendapatkan jawaban yang kongrit dari PEMDA MALRA,” Sesal Mario

Selain itu, Hal ini pun membuat saya terus penasaran untuk terus mencari masalahnya apa, sehingga apa yang kami sampaikan tidak direspon. Perlu juga untuk diketahui bahwa semenjak adanya Corona Virus yang akhirnya memunculkan berbagai kebijakan guna mengatasi penyebaran corona virus.

“kami mahasiswa Kei khususnya kota Surabaya telah menyurati PEMDA MALRA dalam hal bantuan sosial untuk semua mahasiswa yang bertahan di kota studi demi memutuskan rantai penyebaran corana virus.”

Lebih lanjut, Mario Tauwurutubun mengatakan, bahwa Ada responnya tapi sangat disayangkan, karena bukanlah jawaban yang didengar langsung dari bapa yang empunya singgasana. Jika jawabannya adalah soal regulasi yang rumit, maka saya hendak bertanya, sudah sampai manakah upaya solusi yang diambil untuk menghadapi rumitnya regulasi yang diturunkan dari pusat sampai daerah? Bukankah setiap daerah diberikan subsidi dan pengangaran untuk mencegah penyebaran corana virus, bukankah kita memiliki APBD yang bisa digunakan untuk menjawab keluhan mahasiswa perantauan pada saat ini?
Ketika berpikir panjang, akhirnya saya menemukan suatu kepastian dari keapatisan Pemerintah Maluku Tenggara adalah mereka sibuk membahas Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ).

Mario Tauwurutubun, menilai, Ini adalah suatu kegagalan Besar yang sangat memalukan dan merugikan masyarakat Maluku Tenggara karena sangat berpengaruh pada kehidpan sosial masyarakat. Suatu masalah yang membuat sehingga sampai saat pemerintah dan DPRD kabupaten Maluku Tenggara masih sibuk, membahas LKPJ adalah karena adahnya ketidakmampuan dan minimnya sumberdaya manusia dan kemalasan dalam jabatan birokrasi, yang akhirnya dibuktikan dengan adanya copy paste laporan tahun sebelumnya dikutip dari laman berita salah satu media. Ini yang saya sebut sebagai TIDAK MAMPU atau MALAS.

Disamping itu, Hal ini lah yang kemudian membuat saya untuk lanjut memaksakan dan membangun suatu pemikiran sehingga bisa memahami kagagalan dan keburukan dari pengelolaan birokrasi di Kabupaten Maluku Tenggara tanpa harus menghakimi siapa pun. Ada pun hal yang membuat saya terus mencari tau adalah soal transparansi dari kinerja Pemerintah daerah Maluku Tenggara.

Harapan Mario, Sehingga masyarakat daerah dapat mengetahui apa saja yang telah dilakukan dalam kepemimpinan atau dalam periode saat ini, bukan hanya jalan untuk bagi masker. Karena jika kita melihat kembali pada Peraturan Pemerintah No 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelengaraan Pemerintah Daerah maka, semuanya sudah jelas, artinya bahwa pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara gagal dalam menjalankan Peraturan Pemerintah yang dimaksud.

Oleh karena itu, Berdasar dari satu persoalan yang mendasar ini, maka semua dari kita dapat menilai bahwa sebanarnya masih banyak kegagalan karena ketidakmampuan dalam kepemimpinan, contonya saya dapat mempertanyakan soal bagaimana dengan kelanjutan pembanguan pasar langgur yang sampai saat ini belum terselesaikan dan kemana saja alokasi anggarannya.

“perlu Diketahui juga bahwa sebenarnya ada hal lain yang sampai saat ini kurang mendapat perhatian serius adalah ketidakseriusan dalam mengelola atau menghasilkan data yang akurat dari berbagai dinas, selain itu kurangnya kesadaran dari pejabat public atau kepala daerah dalam melaksanakan tugas fungsinya.”

Mungkin sebagai penutup saya adalah hentikan perekrutan PNS dengan sistem kekeluargaan sehingga tidak melahirkan birokrasi yang buruk karena sistem kekeluargaan tanpa pengetahuan. JANGAN ASAL BAGI MASKER DAN BERIKAN BLT SESUAI KEBIJAKAN.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *