Dana BOS Rawan Ditilep Oknum Kepsek

  • Whatsapp

Oleh Bandarsyah

OKI, AMUNISINEWS.CO.ID- Dana Bantuan Operasional Sekolah  (BOS) adalah dana yang digelontorkan pemerintah untuk kelancaran pendidikan. Namun di OKI, dana tersebut sering dijadikan sarana korupsi oleh oknum kepala sekolah.

Caranya berbagai macam. Ada yang membuat laporan fiktif dalam perawatan sarana dan prasarana sekolah, hingga rehab ringan. Dari laporan tersebut dana terus mengalir dan masuk ke kocek oknum.

Hebatnya, aksi menggerogoti keuangan negara ini sepertinya sulit tersentuh hukum, sehingga oknum-oknum tersebut masih terus melakukan perbuatan buruknya.

.Hal ini  diduga hal ini terjadi di beberapa SMPN di kabupaten OKI. Pengamatan di lapangkan masih banyak  ditemukan kebocoran flapon tanpa perawatan serta banyaknya warna sekolah buram tanpa cahaya, dan seolah-olah  hal ini ada unsur kesengajaan dari kepala sekolahnya,serta masih ada ditemukannya tidak adanya laporan penggunaan dana BOS, yang seharusnya  dipasang pada papan pengumuman di sekolah.

Di antaranya SMPN 1 Sungai Menang, SMPN 2 Pedamaran, SMPN 1 dan 2 Mesuji Raya. Di sekolah ini, diduga penggunaan BOS tak jelas dan tidak transfaran..

Ada beberapa sekolah yang  ternyata kondisi sekolah masih saja memprihatinkan dan terkesan kurang perawatan dari pihak sekolah.Selain banyak ditemukan atap yang bocor,juga masih banyaknya warna sekolah yang pudar juga masih banyaknya wc sekolah yang rusak.

Kepala Dinas Pendidikan kabupaten OKI melaluhi sekretaris Disdik OKI Didi selaku manajer dana BOS,ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihak disdik sebenarnya sudah sering melakukan kordinasi mengenai persoalan dana BOS  ini, karena katanya, persoalan dana BOS ini sangatlah sering menjadi sorotan publik.

Didi menolak jika dikatakanpihaknya kurang melakukan pengawasan. “”Hendaknya  pihak sekolah harus memperhatikan poin-poin dari juknis BOS yang sudah ada,agar fungsi dana BOS tersebut tepat sasarannya,” katanya.

Sebenarnya media Amunisi sudah  mencoba melakukan konfirmasi melalui kepala sekolah yang bersangkutan namun kepala sekolah tidak ada di tempat atau sembunyi dan dikonfirmasi via telp tak pernah diangkat, begitu pun  konfirmasi tertulis mela kolui surat tak pernah ada jawaban.

Yopi Metaha,  salah satu LSM Serikat Pemuda Sumatera Selatan,  sangatlah menyayangkan sikap kepala sekolah menutupi penggunanyang penggunaan dana BOS. ‘Harusnya Kepsek transparan karena masalah ini sangat riskan,” ujarnya. “Kami akan kawal penggunaan dana BOS,” tegasnya lagi.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *