Dananya Diduga Dikorupsi, Pembangunan Jembatan Gantung Terbengkalai

Oleh Tri Teguh

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID- Proyek pembangunan Jembatan Gantung yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ketapang di Desa Beringin Rayo, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) terbengkalai alias tidakj dilanjutkan pembangunannya.

Informasi yang diperoleh dari warga bernama Rudi menyebutkan pembangunan itu dimulai tahun 2017 lalu. Tahun 2018 mulai dipasang pembangunannya. “Baru sevatas itu, tahun 2019 ini pembangunannya belum dimulai,” kata Rudi.

Masyarakat sulit mendapatkan informasi tentang proyek tersebut serta besaran biaya APBD yang digunakan berapa besar karena papan proyeknya tidak ada.

Dinas PU Kabupaten Ketapang yang dikonfirmasi rata-rata tutup mulut atau menghindari wartawan. Ada dugaan, dana pembangunan menguap sehingga pembangunannya tak bisa dilanjutkan.

\Masyarakat meminta tim Kejari Ketapang turun tangan untuk menyelidiki dugaan korupsi dalam pembangunan jembatan ini.

26 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.